Sabtu, 02 Mei 2015


Hai guys,kiriman yang : umbrella,Eveline,sipa dia??,you're right mom,My doll
itu posting lama aku,posting lama yang ada di blog lamaku,setelah Enas aku bakalan ngeposting lagi
jadi.. tunggu bentar ya guys

makasih

Eveline

Eveline
     Namaku lilia,hidupku rasanya sunyi,bukan karena aku tidak punya teman,tapi entah kenapa tuhan melakukan ini padaku,mungkin saja tuhan punya rencana lain,1 tahun yang lalu mama meninggal karena kecelakaan pada saat akan menjemputku ke tempat khursus musik tempatku belajar musik,dan pada saat umurku 12 tahun papa meninggal karena serangan jantung,dan... kini aku tinggal di rumah tante klara,orangnya baik sama seperti mama,begitu juga dengan om hery,dia juga baik sama seperti papa,aku memanggil mereka dengan sebutan bunda dan ayah,karena mereka mengadopsiku sebagai anaknya 1 minggu setelah mama meninggal,aku sekolah di SMA negri favorit yang ada di daerahku,dan aku punya banyak teman di sana,ada eveline,firda dan mika,kami sudah bersahabat sejak kelas 1 smp dan sampai sekarangpun status kita bersahabat,pada suatu hari eveline tidak masuk karena sakit memang belakangan ini eveline sering sakit karena tugas sekolah yang menumpuk,pikir kita semua eveline kelelahan,kamipun berencana untuk menjenguknya sepulang sekolah
  "nanti ke rumah eveline yuk" ajak firda
  "ayuk,tapi jam berapa?" tanyaku
  "bagaimana jika jam 4 sepulang sekolah" jawab mika
  "setuju" jawabku,kemudian aku mengambil hpku dan mengirim sms pada eveline untuk memastikan apakah eveline ada di rumah atau di rumah sakit
lilia : Eveline apa kamu ada dirumah?,rencananya kami akan ke rumahmu jam 4
kukirim pesan itu tanpa sepengetahuan firda dan mika,karena jika mereka tau,bisa-bisa mereka akan memarahiku,tiba2 hpku bergetar,ternyata itu balasan dari eveline
eveline : hmmm.. mungkin aku ada di rumah,karena mamaku
rencananya akan mengantarkanku ke dokter sore ini,jika kamu
akan datang ke rumahku,kamu beri tau aku dulu saja,oke?
  "apa kalian yakin akan ke rumah eveline jam 4?" tanyaku
  "hmm..,sebenarnya aku gk yakin juga sech,takutnya nanti eveline pergi" ucap firda
  "bagaimana jika nanti kita ke sana jam 06.20 ?" saran mika
  "boleh juga tuh,kan jam jam segitu eveline lagi santai santainya,ya kan ?" sambungku,merek hanya mengangguk

lilia : eveline kami akan datang kerumahmu pada pukul 06.30,
dan... jangan beri tau pada mika dan firda
jika aku mengirimimu pesan sebelum aku ke rumahmu,oke?
tak terasa jam istirahat sudah selesai,kami semua segera kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajara. Sorenya jam 06.15 aku sudah menunggu di ruang tamu,karena aku ingin kita ber-3 berangkat bersama menuju rumah eveline,tak beberapa lama firda dan mika pun datang,segera kita langsung pergi ke rumah eveline. Rumah eveline yang besar dan indah sudah ada di depan kita,akupun turun dari mobil dan di susul oleh mika dan firda
  "nanti saya telfon lagi ya pak" ucapku pada sopirku,kemudian kami pun masuk ke rumah eveline bersama-sama
  "eveline" ucap firda sambil mengetuk pintu,terdengar suara hentakan kaki seseorang menuju pintu kemudian membukakan pintunya
  "temennya non eveline ya ?" tanya orang itu
  "iya bu,ibu siapa ya?" ucap mika
  "saya pembantunya,mari masuk,akan saya panggilkan nyonya vellen" ucap bibi itu sambil berlalu meninggalkan pintu
  "teman-temannya eveline ya ?" tanya tante vellen (ibunya eveline)
  "iya tante" jawabku
  "evelinene-nya ada di lantai atas kamarnya,letaknya deket kamar kakaknya kak velena" jelas ibunya eveline
  "iya tante,makasih tante" jawab firda,kamipun segera menuju ke atas tempat kamar eveline berada,sesampainya di depan kamar eveline,kamipun mengetuk pintunya bersama-sama
  "siapa?" tanya eveline dari dalam kamar
  "ini aku firda,di sebelahku ada mika dan lilia" jawab firda
  "eh kalian,masuklah" ucap eveline,kamipun masuk ke dalam kamarnya,2 jam kami habiskan untuk bergurau,bercerita,dan belajar bersama,setelah lelah kamipun pamit pulang pada eveline dan tante vellen untuk pulang
     2 minggu berlalu dan sampai sekarang eveline pun belum juga masuk sekolah,padahal beberapa bulan lagi akan ujian sekolah,dan kami akan lulus dari SMA,hari ini aku sms aveline dan bertujuan untuk menjenguknya bersama bunda dan ayahku,eveline di rawat di rumah sakit darma bangsa,dan tempatnya lumayan jauh dari rumahku,akhirnya sepulang sekolah aku,bunda dan ayah.langsung bergegas menuju rumah sakit darma bangsa,sepanjang perjalanan ku habiskan waktuku dengan bercerita dengan bunda,ketika kita hampir sampai,sebuah truk menabrak mobil kami,kamipun terseret,beberapa saat kemudian aku mendengar suara banyak orang di sekitarku apa aku akan pergi? .Sudah 5 hari aku belum sadar,bahkan sekarang aku bisa melihat diriku sendiri sedang terbaring lemah di atas ranjang,dan aku ada di rumah sakit sarma bangsa,tempat di mana aku dan eveline di rawat,kulihat firda dan mika menangis, tapi dimana bunda?? akupun bergegas mencari bunda,kemudian aku mendengar suara bunda di salah satu kamar,ternyta itu kamar eveline
  "mama.. bolehkah eveline membantu tante klara,aku ingin mendonorkan mataku untuk sahabatku ma" ucap eveline sambil menangis
  "aku tidak ingin,ketika ia terbangun lilia tidak bisa melihat" lanjut eveline apa?,aku buta?karena apa?
  "tapi nak..." kata2 bunda terhenti
  "tante,aku tau,bahwa hidupku sudah tdk lama lagi,lilia lebih membutuhkannya dari pada aku tante,dokter sudah bilang bukan?jika pecahan kaca iu telah membuat mata lilia buta permanen,aku tidak mau jika lilia buta tante" ucap eveline,tiba2 air mataku menetes,dan mengalir dengan derasnya apa?aku buta? aku menghampiri eveline yang juga terbaring lemah sepertiku
  "eveline menderita penyakit kanker paru-paru dan infeksi ginjal,dokter memprediksi umurnya tidak akan panjang lagi" jelas tante vellen
  "ayolah maa,kabulkan permintaan eveline yang terakhir ini ma" ucap eveline sambil menangis
  "biarkan mata eveline di donorkan untuk lilia" lanjut eveline
  "tidak eveline..,jangan pergi,jangan pergi eveline!!!" jawabku,tak beberapa lama kemudian operasipun dilakukan,tapi pada saat operasi selesai pada saatitu juga eveline selesai dengan kehidupannya di dunia ini. Ketika aku tersadar,aku menangis,menangis karena bahagia dan sedih,akupun langsung lari menuju kamar eveline,sesampainya di sana kulihat semuanya menangis begitu juga denganku,firda dan mika selamat tinggal eveline,semoga kau bahagia di sana,terima kasih atas pengorbananmu,akan ku jaga mata ini sebaik mungkin
     3 bulan berlalu,nilai dari ujian kami di umumkan,kami mendapat nilai yang bagus tapi.. kami merasa kesepian,akhirnya kami putuskan untuk mengunjungi makam eveline sepulang sekolah.Kami ke makam eveline pada pukul 11.00
  "hai eveline" sapaku ketika sampai di makamnya
  "nilai kami bagus lhoo" lanjut firda
  "rata-rata nilai kami semua 9,5 hebat bukan?' sambung mika
 Terimakasih atas semuanya eveline,kamu adalah sahabat terbaikku,kau slalu ada di sampingku,namun.. saat ini aku sendirian,tapi aku akan tetap tersenyum dan akan mengejar cita-citaku,walaupun kau tidak ada disini,tapi sebagian dari bagianmu akan terus bersamaku..

Umbrella

UMBRELLA
        Karena payung kita berkenalan,karena payung kita berteman.karena payung juga kita selalu bersama,mungkin payung memberikan  kita sebuah cerita tersendiri untuk kita,cerita ini berawal dari 3 tahun yang lalu. Saat itu aku duduk di kelas 9 smp
  “bunda aku berangkat dulu ya” uapku
  “biar bunda yang nganter kamu ya nak” ucap bunda sambil berjalan menghampiriku
  “tidak usah bunda,aku jalan saja,toh jarak dari rumah kesekolah tidak terlalu jauh bunda” ucapku kemudian mencium punggung tangan bunda,semenjak ayah keluar kota aku jadi jalan kaki ke sekolah,yaa hitung2 olah raga deh
  “airin”panggil seseorang dari belakang
  “dika” panggilku begitu aku melihat ke belakang
  “ada PR tidak,kemarin aku tidak masuk” ucapnya sambil memakai dasi
  “mmm..,tidak ada memangnya kenapa kemarin kamu tidak masuk?” tanyaku
  “kemarin bangunku kesiangan” jawabnya
  “bangun jam berapa?” tanyaku sambil menghentikan langkahnya
  “hehehe,jam 10 siang” jawabnya sambil mencubit pipi kananku kemudian lari mendahuluiku
  “hei! Tunggu aku” teriakku sambil berlari,kami menjadi sahabat sejak kami kelas 7 dan itu kami selalu satu kelas,dulu kami tetangga dekat,rumahnya berada di depan rumahku,tapi semenjak ayahnya bangkrut ia pindah di kompleks sebelah,dan… aku berharap tidak akan ada kata berpisah di persahabatan kita,tak lama kemudian kami sudah berada di depan gerbang sekolah,dan kami masuk ke kelas bersama-sama
  “sudah lama ya kita bersama” ucap dika sambil terus berjalan
  “iya” jawabku
  “dan tak terasa juga kita sudah kelas 9 SMP.. dan waktu itu akan datang” ucapnya,aku kaget mendengarnya langsung saja ku hentikan langkahku
  “apa magsudnya dari ‘waktu itu akan datang’?” tanyaku
  “hmmm…,kau akan tau jika waktunya tiba” ucapnya sambil berjalan menghampiriku
  “tapi kapan?,kan sekarang aku sudah kelas 9 smp,lagian kita kan sudah semester 2 mau nunggu sampek kapan ?” tanyaku padanya
  “sudahlah,tenang saja aku akan beritahu padamu saat waktunya tiba” setelah menjawabnya ia langsung menarik tanganku dan kami berjalan masuk ke dalam kelas. Saat pelajaran berlangsungpun aku masih memikirkan kata-kata yang diucapkan dika tadi aku memang tidak tau apa yang kau magsud,aku berharap itu hal yang positif
            Tak terasa tinggal 1 bulan lagi aku sekolah,karena setelah ini aku akan menghadapi ujian yang akan membawaku ke SMA/SMK dan.. aku masih memikirkan ucapan dika waktu itu. Saat itu aku les pelajaran (hanya pelajaran yang akan di ujiankan).
  “kalian diantar atau berangkat sendiri?” tanya pak alex guru fisika di kelasku
  “sebagian ada yang diantar sebagian ada juga yang berangkat sendiri” jawab mutia
  “memangnya kenapa pak?” tanya andik
  “diluar hujan,saya harap untuk kalian yang berangkat sendiri tunggu jemputan yaa,saya khawatir jika kalian nanti kehujanan bisa-bisa nanti kalian sakit” ucap pak alex,aku berharap seseorang akan menjemputku nanti karena aku tadi berangkat jalan kaki,10 menit kemudian bel pulang berbunyi,semua teman-temanku keluar dari kelas,ketika aku keluar kelas aku melihat di luar sudah banyak ibu,ayah atau kakak menjemput adek atau anaknya masing-masing,aku mengambil ponselku untuk menelfon bunda yaa siapa tau saja bunda dapat menjemputku,tapi ketika aku hendak menelfon bunda,kerumunan orang-orang tadi sudah pergi aku melihat sesosok anak laki-laki sedang berdiri di saja sambil membawa payung berwarna rainbow
  “dika” ucapku perlahan,segera aku menuju rak sepatu untuk memakai sepatuku,aku berjalan mendekati dika,begitu juga sebaliknya
  “sedang apa kau disini?” tanyaku
  “memangnya apa yang kau lihat?” ucapnya sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya
  “terima kasih” jawabku. Kami pulang di antara derasnya hujan,tidak ada suara diantara kami berdua,sama seperti suasana saat pertama kali dika mengajakku pulang bersama
  “masih ingat ini tidak?” tanya dika membuyarkan lamunanku
  “eh..,masih kok” jawabku “saat itu kau mengajakku pulang kan?,saat itu juga kita kelas 7” lanjutku
  “waaahh..,ternyata kau masih ingat yaa,kukira kau sudah melupakannya” jawabnya sambil melingkarkan tangannya di bahu kiriku “dan kuharap kau akan selalu mengingatnya sampai kapanpun,masih ingat tidak?kata-kata yang kulontarkan padamu?” tanyanya
  “masih” jawabku
  “seperti apa?” tanya dika
  “’heh,kau mau tidak pulang bersamaku,hujan ini tidak akan cepat reda’,ucapanmu terputus kemudian ‘kebetulan rumah kita satu arah’ begitu,benar bukan ?” jawabku sambil tersenyum ke arah dika
  “hahaha.. kau mengingatnya dengan baik,aku saja sudah lupa” ucapnya sambil tersenyum ke arahku, “kuharap kau juga mengingat semuanya tentang kau dan aku termasuk kalimat ini jika kau akan bertemu hujan kembali ‘apakah kau butuh payung nona?’ kau harus ingat” ucapnya “nah sudah sampai” lanjutnya ketika sudah sampai di depan rumahku
  “sebenarnya apa yang kamu magsud,aku tidak mengerti” tanyaku padanya
  “sebenarnya…,setelah ujian aku akan pindah ke bandung,dan aku akan kembali… mungkin ketika aku sudah kuliah atau mungkin sebelumnya” jawabnya “dan aku ingin kau mengingat semuanya saat aku pergi nanti,karena mungkin saja aku lupa” lanjutnya
  “kenapa baru kau beritau padaku” tanyaku tak terasa air mataku menetes
  “karena aku tidak ingin kau sedih,sudahlah jangan menangis” setelah menjawabnya dika mencium keningku “jaga dirimu baik-baik yaa” setelah mengucapkan itu dia pergi meninggalkanku. Aku akan menunggumu sampai kau datang dika.
            Yang lalu biarkanlah berlalu,kenyataannya sekarang aku sudah kelas 12 SMA,ketika bel pulang berbunyi kulihat di luar hujan deras aku jadi teringat saat aku kelas 9 dulu,saat dimana dika pernah menjemputku,namun sekarang aku harus menunggu bunda atau ayahku yang akan datang menjemputku,aku berjalan menuju depan gerbang sekolah,aku menunggu mereka disana,beberapa saat kemudian aku merasakan ada seseorang sedang berdiri di belakangku dan dia berkata..
  “apakah kau butuh payung nona” ucap seseorang di belakangku,segera aku melihat ke belakangku
  “dika” ucapku sambil tersenyum

  “ternyata kau masih mengingatnya,kukira kau sudah lupa” jawabnya,aku langsung memeluknya melepas rasa rinduku pada sahabat lamaku,dan diapun membalas pelukanku. Sampai saat ini aku akan terus mengenangnya,karena payung.. membawanya kembali padaku.

Siapa Dia

Siapa  dia???
                Aku kesiangan,aku langsung berjalan menuju kamar mandi dan cepat-cepat turun ke bawah untuk sarapan,setelah selesai aku langsung mengambil semua buku yang ada di meja belajarku,bagiku tidak peduli apakah buku yang kubawa benar atau salah yang penting aku bisa mengikuti  pelajaran dengan baik
  “ayo dek,nanti terlambat” teriak kak dafa
  “iya kak,sebentar lagi” ucapku,setelah itu aku berlari menuruni tangga,tapi aku melemparkan tasku terlebih dahulu
  “deva,kenapa di lempar tasnya?” teriak bunda setelah mendengar bunyi tasku yang menghanam lantai,aku tidak menjawabnya,setelah sampai di meja makan aku mengambil 1 lapis roti rasa coklat dan meneguk beberapa susu yang sudah di tuangkan oleh mama di gelasku
  “jangan terburu-buru,nanti tersedak” ucap papa
  “mampik akuh telambat” ucapku dengan mulut yang penuh dengan roti
  “ayo di habiskan dulu” ucap mama,setelah roti itu ku telan kini aku bisa berbicara dengan jelas
  “deva berangkat dulu ya ma pa” uacapku sambil mencium kedua tangan mereka
Sesampainya di sekolah,aku langsung berlari menuju kelas dan….. akhirnya aku berhasil juga,bel belum berbunyi dan guru killer itu juga belum masuk,pelajaran berlangsung lancar tiba2 aku merasa kepalaku sangat berat dan pusing sekali,kuletakkan kepalaku di meja dan kupaksa agar mataku tetap tebuka tapi gagal,perlahan-lahan mataku menutup ku dengar sayup-sayup suara tasya  membangunkanku. Ketika aku terbangun aku sudah berada di UKS,disana sepi seperti tidak ada satu guru atau petugas UKS berjaga di sini,kubangunkan badanku perlahan-lahan kulihat ke arah meja yang ada di sampingku,di sana ada semangkuk buah-buahan dan segelas susu,jika ada anak yang masuk UKS harus meminum dan memakan buah yang sudah di sediakan,kuraih mangkuk itu tapi tiba-tiba aku melihat seorang gadis sedang duduk di depanku
  “kau siapa?” ucapku “kamu dari kelas mana?” tanyak,namun dia tidak menjawabnya,kuambil beberapa buah itu lalu kumakan ketika kulihat ke arah kursi itu dia sudah tidak ada di sana.
                5 hari yang akan tiba aku akan pergi ke malang untuk acara LDKS.setelah aku melepaskan jabatanku sebagai anggota UKS dan beralih ke OSIS karena aku ingin mencari kesibukan sebelum aku kelas 9,hari ini para siswa dipulangkan lebih awal karena aka ada rapat guru yang akan membahas tentang LDKS yang akan datang,setelah aku di jemput oleh sopir yang ada di rumahku aku langsung bermain dengan kak dafa di taman belakang
  “dek” sapa kak dafa
  “iya kak ada apa?” tanyaku
  “besok kalu kamu LDKS hati2 yaa,kak merasa ada yang aneh aja” jawab kak dafa yang tiba2 langsung memelukku
  “iya kak,aku bakalan hati2 kok,kakak tenang aja ya” ucapku sambil membalas pelukan kakakku itu.
Tak terasa waktu cepat berlalu,hari ini aku akan pergi ke malang untuk LDKS,setelah sampai kami langsung memulai kegiatan,tapi lagi2 aku melihat gadis itu,dia memakai baju yang sama denganku,tapiii sepertinya dia mempunyai maksud jahat padaku,seperti mendorongku agar aku jatuh,agar aku terpeleset dll,karena aku tak tahan dengan perbuatannya,akhirnya aku bercerita pada tasya
  “ lebih baik kamu lebih berhati-hati aja sama dia mungkin dia tidak suka padamu” ucap tasya,pada suatu sore aku melihat seekor kelinci sedang melompat lompat dengan riangnya,kemudian dengan cepat aku dapat memegangnya dan mengusap-usap bulu halusnya,tapi kemudian kelinci itu melompat ke arah jalan raya,spontan aku langsung berlari untuk mengambilnya agar kelinci itu tidak tertabrak,akan tetapi ketika aku sudah mendapatkn kelinci itu tanpa kusadari ada mobi box yang melaju ke arahku dengan kecepatan yang kencang,aku tertabrak badanku terpental jauh,kemudian aku terjatuh dan kepalaku membentur trotoar,ketika aku membuka mataku aku dapat melihat tubuhku yang sudah berlumuran darah,aku berdiri disana,menatap tubuhku dan.. aku melihat gadis itu berdiri di ujung jalan sambil tersenyum senang ke arahku,sebenarnya siapa dia dia sepertinya senang jika aku mati..

  “akhirnya kamu mati juga deva data,aku senang melihatnya,karena aku sudah bisa membalaskan dendamku padamu” suara itu terdengar jelas di telingaku,sesaat kemudian dia menghilang.

My Doll

My Doll

                Hari ini aku dan keluargaku pergi ke suatu tempat di daerah pasuruan,kebetulan ayahku baru saja membangun 8 villa di sana,jadi kami sekeluarga bertujuan untuk menginap di sana selama beberapa hari. Kami berangkat dari bogor pukul 08.00 am,tak lupa aku membawa boneka pemberian almarhum nenekku,ia memberikan boneka itu pada saat aku ulang tahun ke 10,sekarang umurku 14 tahun walapun umurku sudah 14 tahun aku tetap sayang dan cinta pada bonekaku,bonekaku kuberi nama funky. Setelah semuanya selesai aku dan keluargaku segera berangkat
    “apa kau akan membawa boneka itu ?” tanya kak adit
   “ya iyalah” jawabku
   “hmmm,memangnya seberapa berharganya boneka itu untukmu?” tanya kak aditya
  “seperti seorang bajak laut yang menjaga emas batangannya di sebuah kapal” jawabku,kedua kakak laki-lakiku tertawa,aku mengisi liburanku 5 hari belakangan ini dengan membaca buku bersama funky,aku mempunyai 15 hari lagi untuk liburan,dan ketika masuk aku akan duduk di kelas 9 smp,dan kakakku akan duduk di kelas 11 sma,kedua kakakku adalah anak kembar hanya saja kakak aditya adalah kakak yang terbaik dari pada adit dan dia adalah kakak tertampan bagiku. Perjalanan berlangsung selama 15 jam setengah,setalah sampai kami langsung masuk ke villa dekat gerbang utama,villa cukup besar di banding villa yang lainnya 5 villa yang lainnya sudah terisi sedangkan sisinya masih kosong,tempatnya juga berpencar-pencar. Sesampaiya di villa aku langsung tidur tanpa harus ganti baju terlebih dahulu. Paginya aku dan kedua kakakku pergi berkeliling villa,kami mampir di air terjun dekat villa nomor 6,villa sudah terisi jadi kami istirahat di batu besar dekat sungai,tiba-tiba aku melihat dari kejauhan ada anak kucing yang sedang tenggelam aku iba melihatnya,akhirnya aku mencoba untuk turun perlahan-lahan menuju tengah sungai,tapi tiba-tiba aku terpeleset dan aku langsung masuk ke dalam air kukira airnya dangkal eh ternyata dalamnya sampai seleherku aku berteriak minta tolong berharap ke dua kakakku membantuku tapi hasilnya nihil tidak ada yang mendengarkanku,aku ikut hanyut di bawa arus sampai menuju air terjun yang akan mengalir ke sungai yang besar,aku terus berteriak tapi tetap  tidak ada yang mendengar tiba-tiba ketika aku sudah full tenggelam aku merasa bonekaku ada yang menarik,kubalas tarik tapi sepertinya boneka itu terus menarikku,beberapa menit kemudian dalam keadaan setengah sadar aku melihat kedua kakakku berlari ke arahku dan kak adit langsunga menggendongku
Keesokan harinya aku hanya diam di villa,aku tidak berani untuk keluar karena aku takut jika peristiwa itu terulang lagi mungkin akan lebih buruk dari itu. Tapi justru malah terjadi hal yang buruk ketika aku memasak air untuk membuat coklat hangat aku pergi untuk mengambil mantelku karena aku merasa kedinginan tapiii kemudian aku mencium bau asap ketika aku berjalan menuju dapur aku melihat api yang sangat besar di sana,aku kembali menuju kamar untuk menelfon kak adit,kak aditya,bunda atau ayah tapi tidak bisa,aku mengambil funky dan membawaku dalam pelukanku,ketika aku hendak mengambil air di kamar mandi api sudah mencapai ruang keluarga jadi aku sudah kejebak di dalam kamar,di depan pintu kamarku aku melihat beberapa kayu jatuh di depan kamarku,dan ketika api itu menuju televisi tiba-tiba terdengar suara ledakan yang keras,dan kini api sudah sampai di dinding kamarku ketika aku hendak melompat dari agar aku merasa ada yang menarik baju ku kemudian dia memukul kepalaku dan punggunggu dengan benda.
Ketika aku tersadar,aku sudah berada di rumah sakit dan funky berada di samping kiriku,boneka beruang itu tampak baik baik saja tidak ada asap sedikitpun di bulunya,ketika aku melihat ayah dan bunda mendekat aku menangis
   “ayah maafin vili,vili sudah membakar villa baru ayah” ucapku sambil menangis
  “tidak apa-apa vili,justru ini salah kita semua” ucap ayah
   “iya,karena kita semua,kamu jadi kayak gini” ucap kak adit. Setelah aku keluar dari rumah sakit aku berjalan menuju kamar bunda yang kebetulan hanya ada bunda di sana
  “bunda” panggilku
  “iya,ada apa sayang sini duduk dekat bunda,bunda lagi nglimpetin cucian” ucap bunda,akupun berjalan menghampiri bunda
  “bunda vili mau tanya” ucapku
  “soal apa?,apakah soal boneka?” tanya bunda,bagaimana bunda tau?,aku menjawabnya dengan mengangguk
  “dulu 2 minggu  sebelum kmu ulang tahun nenek sakit dan dia menyuruh kami untuk mencari boneka yang ia minta untuk membelinya di toko boneka dengan berbekal foto di handphone ayah kamu,akhirnya ayah menemukannya dan membelinya kemudian di berikan kepada nenek,nenek memberinya sebuah mantra,dan setelah nenek meninggal entah kenapa boneka itu selalu melindungimu kemanapun vili pergi,sebab itu,pada saat kecelakaan bus pariwisata yang vili perpisahan ke jogja hanya vili dan teman sebelah vili yang selamat tanpa luka sedikitpun sedangkan teman yang lainnya ada yang meninggal ada nada juga yang luka2,dan vili tau?,pada saat kebakaran itu vili sedang terbaring lemas di antara rerumputan” jelas bunda,aku berjalan perlahan dan memeluk boneka itu erat-erat tanpa sadar perlahan-lahan aku meneteskan air mata,vili sayang sama nenek,vili berterimakasih pada nenek,terimaksih nenek ucapku sambil memeluk boneka itu,aku merasakan nenek ada di belakangku,lalu..??siapa orang yang memukulku pada saat kebakaran itu,siapa yang memukulku pada saat aku ingin kabur dari kamar sepertinya seseorang itu menginginkanku agar aku.. mati..
You're Right Mom

Namaku echa,sekarang aku duduk di kelas 2 smp,ya.. seperti halnya anak2 yang lain,aku masih labil untuk semua yang aku kerjakan,aku menyukai teman sekelasku yang sekarang lagi PDKT denganku. kami sudah PDKT sejak kelas 1 semester 2,tapi kami tidak mengakui perasaan kami masing2,dan.. ya johny merubah semuanya,semenjak aku PDKT dengannya aku merasa ada yang berbeda denganku,aku semakin kasar dengan sahabat2ku,mudah marah pada papa,dan semakin tidak menuruti perintah bunda,hingga suatu pagi,johny menjemputku di rumah dan mengajakku berangkat ke sekolah dengannya "sayang,ada teman kamu tuh" ucap bunda,lalu ku buka jendela pintu kamarku,kulihat johny sudah menungguku di sana,dia terlihat sangat tampan tumben.. tidak biasanya dia berpenampilan seperti itu gumamku dalam hati,kulihat papa masih ada di ruang makan dan sepertinya ia menungguku,kuharap orang itu cepat pergi dari sana,karena jika ia melihatku berangkat bersama johny dia tidak akan membiarannya terjadi,tak lama kemudian papa pergi dan pamit untuk berangkat kemudian papa berjalan menuju mobil untuk segera berangkat ke kantor,setelah papa masuk mobil akupun turun dan langsung pamit pada bunda "bunda,echa berangkat dulu" ucapku sambil mencium tangan bunda "lho,kok gak bareng papa tadi?" tanya bunda sambil melirik ke arah pagar "hari ini aku akan berangkat bersama temanku bun" jawabku "cowok yang nunggu kamu di depan itu?" tanya bunda,aku hanya mengangguk dan langsung berlalu meninggalkan bunda "echa" panggil bunda,akupn balik badan dan berjalan perlahan menuju arah bunda "bunda tidak suka jika kamu berangkat bersama cowok itu,lebih baik bunda antar ya" "haduuuhh.. gak usah bunda,berangkat sama johny lebih enak,ketimbah di antar bunda atau papa" jawabku sambil berlari meninggalkan bunda Ketika hampir sampai di sekolah,johny memberhentikan motornya di depan sebuah warung kecil dekat sekolah,kulihat disana banyak teman2 johny sedang merok*k dengan santainya "kuharap kamu mau mencoba satu batang ini" ucap johny sambil menyodorkan seputung rok*k padaku "maaf john,tapi aku tidak mau" jawabku sambil menjauhkan putung rok*k itu dari depan wajahku "kalau begitu sepulang sekolah ini,kau harus ikut denganku,akan ku ajak kau ke suatu tempat" ucapnya sambil membawaku keluar dari warung itu,hari ini sekolah pulang cepat karena guru-guru mengadakan rapat,itu artinya aku bisa mencari alasan untuk bisa lebih lama keluar dengan johny,aku pulang pukul 03.00 pm dan masih ada 1 jam lagi untuk keluar bersamanya. aku di ajak ke sebuah diskotik yang letaknya sangat jauh dari sekolah dan rumah,sesampainya di sana kami memesan 2 gelas beer dengan ukuran sedang,aku dan johny duduk pada 1 kursi sedangkan ke-3 temannya dan temanku iro ikut pacarnya untuk bersenang-senang "aku kesana dulu ya" ucap iro sambil duduk di sebelahku "oke,eh ngapain kamu nglepas jaket kamu?' tanyaku pada iro "gerah tau gak,aku juga lupa untuk potong rambutku" ucap iro sambil menguncir rambutnya,iro adalah satu-satunya cewek yang sekarang sudah menjadi sahabatku sejak aku mulai menjauh dari ke-5 sahabatku "kamu gak mau lepas jaketmu?" tanya iro "hmm,yaudah deh,aku juga lumayan gerah" ucapku sambil melepaskan jaketku,tak lama iro membuka 3 kancing kerah bajunya,dan.. aku jijik melihatnya,setelah tu dia pergi meninggalkanku,kini hanya aja aku dan johny,johny menyuruhku untuk menegak 1 gelas berisi alkohol lagi "aku udah gk kuat john" ucapku "aku sudah habis 1 gelas" lanjutku sambil menjauhkan gelas itu dariku "akan lebih enak jika kamu minum 1 lagi,biar jadi 2 gelas" ucap johny dan rayuan manis itupun berhasil membuatku untuk meminum satu gelas lagi,kemudian aku merasakan kepalaku sangat berat dan akupun meletakkan kepalaku di bahu johny Ketika aku tersadar aku sudah berada di kamar,aku merasakan rasa yang amat sakit di kepala dan di ginjalku,kemudian bibi masuk ke dalam kamarku dan berkata bahwa seorang laki-laki mengantarkanku ke rumah,dan ia berkata bahwa aku pingsan di sekolah karena kelelahan sehabis upacara pintar sekali ia mencari alasan akupun meminum jus jeruk yang di berikan bibi padaku,tapi tiba-tiba ginjalku mendadak sakit sekali bibipun memanggil dokter fany agar datang kerumah dan memeriksa ke adaanku,ternyata aku hanya kurang makan saja,aku senang mendengarnya Keesokan harinya aku bertujuan untuk menemui johny dan mengajaknya ke tempat itu lagi,tapi ketika aku menemuinya di taman,kulihat johny sedang berciuman dengan tita,dan aku baru tau jika tita adalah pacar barunya,dengan mudahnya ia menempelkan bibirnya ke bibir tita,tanpa mempedulikan perasaanku,segera aku pergi ke arah gerbang sekolah untuk menunggu papa menjemputku,ternyata apa yang dikatakan bunda pada awal aku dekat dengan johny ternyata benar,cowok brengs*k itu hanya merusakku,dia tidak peduli sama sekali denganku,pada saat sampai di rumah aku langsung meminta maaf pada bunda karena kesalahanku,dan tidak akan megulanginya lagi,besoknya ketika sampai di sekolah aku juga meminta maaf pada ke-5 sahabatku,terutama pada imelda yang waktu itu sempat aku tampar pada saat ia melarangku untuk berteman dengan johny jadi berhati-hatilah dalam memilih teman,agar tidak seperti diriku