Sabtu, 02 Mei 2015

Eveline

Eveline
     Namaku lilia,hidupku rasanya sunyi,bukan karena aku tidak punya teman,tapi entah kenapa tuhan melakukan ini padaku,mungkin saja tuhan punya rencana lain,1 tahun yang lalu mama meninggal karena kecelakaan pada saat akan menjemputku ke tempat khursus musik tempatku belajar musik,dan pada saat umurku 12 tahun papa meninggal karena serangan jantung,dan... kini aku tinggal di rumah tante klara,orangnya baik sama seperti mama,begitu juga dengan om hery,dia juga baik sama seperti papa,aku memanggil mereka dengan sebutan bunda dan ayah,karena mereka mengadopsiku sebagai anaknya 1 minggu setelah mama meninggal,aku sekolah di SMA negri favorit yang ada di daerahku,dan aku punya banyak teman di sana,ada eveline,firda dan mika,kami sudah bersahabat sejak kelas 1 smp dan sampai sekarangpun status kita bersahabat,pada suatu hari eveline tidak masuk karena sakit memang belakangan ini eveline sering sakit karena tugas sekolah yang menumpuk,pikir kita semua eveline kelelahan,kamipun berencana untuk menjenguknya sepulang sekolah
  "nanti ke rumah eveline yuk" ajak firda
  "ayuk,tapi jam berapa?" tanyaku
  "bagaimana jika jam 4 sepulang sekolah" jawab mika
  "setuju" jawabku,kemudian aku mengambil hpku dan mengirim sms pada eveline untuk memastikan apakah eveline ada di rumah atau di rumah sakit
lilia : Eveline apa kamu ada dirumah?,rencananya kami akan ke rumahmu jam 4
kukirim pesan itu tanpa sepengetahuan firda dan mika,karena jika mereka tau,bisa-bisa mereka akan memarahiku,tiba2 hpku bergetar,ternyata itu balasan dari eveline
eveline : hmmm.. mungkin aku ada di rumah,karena mamaku
rencananya akan mengantarkanku ke dokter sore ini,jika kamu
akan datang ke rumahku,kamu beri tau aku dulu saja,oke?
  "apa kalian yakin akan ke rumah eveline jam 4?" tanyaku
  "hmm..,sebenarnya aku gk yakin juga sech,takutnya nanti eveline pergi" ucap firda
  "bagaimana jika nanti kita ke sana jam 06.20 ?" saran mika
  "boleh juga tuh,kan jam jam segitu eveline lagi santai santainya,ya kan ?" sambungku,merek hanya mengangguk

lilia : eveline kami akan datang kerumahmu pada pukul 06.30,
dan... jangan beri tau pada mika dan firda
jika aku mengirimimu pesan sebelum aku ke rumahmu,oke?
tak terasa jam istirahat sudah selesai,kami semua segera kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajara. Sorenya jam 06.15 aku sudah menunggu di ruang tamu,karena aku ingin kita ber-3 berangkat bersama menuju rumah eveline,tak beberapa lama firda dan mika pun datang,segera kita langsung pergi ke rumah eveline. Rumah eveline yang besar dan indah sudah ada di depan kita,akupun turun dari mobil dan di susul oleh mika dan firda
  "nanti saya telfon lagi ya pak" ucapku pada sopirku,kemudian kami pun masuk ke rumah eveline bersama-sama
  "eveline" ucap firda sambil mengetuk pintu,terdengar suara hentakan kaki seseorang menuju pintu kemudian membukakan pintunya
  "temennya non eveline ya ?" tanya orang itu
  "iya bu,ibu siapa ya?" ucap mika
  "saya pembantunya,mari masuk,akan saya panggilkan nyonya vellen" ucap bibi itu sambil berlalu meninggalkan pintu
  "teman-temannya eveline ya ?" tanya tante vellen (ibunya eveline)
  "iya tante" jawabku
  "evelinene-nya ada di lantai atas kamarnya,letaknya deket kamar kakaknya kak velena" jelas ibunya eveline
  "iya tante,makasih tante" jawab firda,kamipun segera menuju ke atas tempat kamar eveline berada,sesampainya di depan kamar eveline,kamipun mengetuk pintunya bersama-sama
  "siapa?" tanya eveline dari dalam kamar
  "ini aku firda,di sebelahku ada mika dan lilia" jawab firda
  "eh kalian,masuklah" ucap eveline,kamipun masuk ke dalam kamarnya,2 jam kami habiskan untuk bergurau,bercerita,dan belajar bersama,setelah lelah kamipun pamit pulang pada eveline dan tante vellen untuk pulang
     2 minggu berlalu dan sampai sekarang eveline pun belum juga masuk sekolah,padahal beberapa bulan lagi akan ujian sekolah,dan kami akan lulus dari SMA,hari ini aku sms aveline dan bertujuan untuk menjenguknya bersama bunda dan ayahku,eveline di rawat di rumah sakit darma bangsa,dan tempatnya lumayan jauh dari rumahku,akhirnya sepulang sekolah aku,bunda dan ayah.langsung bergegas menuju rumah sakit darma bangsa,sepanjang perjalanan ku habiskan waktuku dengan bercerita dengan bunda,ketika kita hampir sampai,sebuah truk menabrak mobil kami,kamipun terseret,beberapa saat kemudian aku mendengar suara banyak orang di sekitarku apa aku akan pergi? .Sudah 5 hari aku belum sadar,bahkan sekarang aku bisa melihat diriku sendiri sedang terbaring lemah di atas ranjang,dan aku ada di rumah sakit sarma bangsa,tempat di mana aku dan eveline di rawat,kulihat firda dan mika menangis, tapi dimana bunda?? akupun bergegas mencari bunda,kemudian aku mendengar suara bunda di salah satu kamar,ternyta itu kamar eveline
  "mama.. bolehkah eveline membantu tante klara,aku ingin mendonorkan mataku untuk sahabatku ma" ucap eveline sambil menangis
  "aku tidak ingin,ketika ia terbangun lilia tidak bisa melihat" lanjut eveline apa?,aku buta?karena apa?
  "tapi nak..." kata2 bunda terhenti
  "tante,aku tau,bahwa hidupku sudah tdk lama lagi,lilia lebih membutuhkannya dari pada aku tante,dokter sudah bilang bukan?jika pecahan kaca iu telah membuat mata lilia buta permanen,aku tidak mau jika lilia buta tante" ucap eveline,tiba2 air mataku menetes,dan mengalir dengan derasnya apa?aku buta? aku menghampiri eveline yang juga terbaring lemah sepertiku
  "eveline menderita penyakit kanker paru-paru dan infeksi ginjal,dokter memprediksi umurnya tidak akan panjang lagi" jelas tante vellen
  "ayolah maa,kabulkan permintaan eveline yang terakhir ini ma" ucap eveline sambil menangis
  "biarkan mata eveline di donorkan untuk lilia" lanjut eveline
  "tidak eveline..,jangan pergi,jangan pergi eveline!!!" jawabku,tak beberapa lama kemudian operasipun dilakukan,tapi pada saat operasi selesai pada saatitu juga eveline selesai dengan kehidupannya di dunia ini. Ketika aku tersadar,aku menangis,menangis karena bahagia dan sedih,akupun langsung lari menuju kamar eveline,sesampainya di sana kulihat semuanya menangis begitu juga denganku,firda dan mika selamat tinggal eveline,semoga kau bahagia di sana,terima kasih atas pengorbananmu,akan ku jaga mata ini sebaik mungkin
     3 bulan berlalu,nilai dari ujian kami di umumkan,kami mendapat nilai yang bagus tapi.. kami merasa kesepian,akhirnya kami putuskan untuk mengunjungi makam eveline sepulang sekolah.Kami ke makam eveline pada pukul 11.00
  "hai eveline" sapaku ketika sampai di makamnya
  "nilai kami bagus lhoo" lanjut firda
  "rata-rata nilai kami semua 9,5 hebat bukan?' sambung mika
 Terimakasih atas semuanya eveline,kamu adalah sahabat terbaikku,kau slalu ada di sampingku,namun.. saat ini aku sendirian,tapi aku akan tetap tersenyum dan akan mengejar cita-citaku,walaupun kau tidak ada disini,tapi sebagian dari bagianmu akan terus bersamaku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar