Sabtu, 02 Mei 2015

Umbrella

UMBRELLA
        Karena payung kita berkenalan,karena payung kita berteman.karena payung juga kita selalu bersama,mungkin payung memberikan  kita sebuah cerita tersendiri untuk kita,cerita ini berawal dari 3 tahun yang lalu. Saat itu aku duduk di kelas 9 smp
  “bunda aku berangkat dulu ya” uapku
  “biar bunda yang nganter kamu ya nak” ucap bunda sambil berjalan menghampiriku
  “tidak usah bunda,aku jalan saja,toh jarak dari rumah kesekolah tidak terlalu jauh bunda” ucapku kemudian mencium punggung tangan bunda,semenjak ayah keluar kota aku jadi jalan kaki ke sekolah,yaa hitung2 olah raga deh
  “airin”panggil seseorang dari belakang
  “dika” panggilku begitu aku melihat ke belakang
  “ada PR tidak,kemarin aku tidak masuk” ucapnya sambil memakai dasi
  “mmm..,tidak ada memangnya kenapa kemarin kamu tidak masuk?” tanyaku
  “kemarin bangunku kesiangan” jawabnya
  “bangun jam berapa?” tanyaku sambil menghentikan langkahnya
  “hehehe,jam 10 siang” jawabnya sambil mencubit pipi kananku kemudian lari mendahuluiku
  “hei! Tunggu aku” teriakku sambil berlari,kami menjadi sahabat sejak kami kelas 7 dan itu kami selalu satu kelas,dulu kami tetangga dekat,rumahnya berada di depan rumahku,tapi semenjak ayahnya bangkrut ia pindah di kompleks sebelah,dan… aku berharap tidak akan ada kata berpisah di persahabatan kita,tak lama kemudian kami sudah berada di depan gerbang sekolah,dan kami masuk ke kelas bersama-sama
  “sudah lama ya kita bersama” ucap dika sambil terus berjalan
  “iya” jawabku
  “dan tak terasa juga kita sudah kelas 9 SMP.. dan waktu itu akan datang” ucapnya,aku kaget mendengarnya langsung saja ku hentikan langkahku
  “apa magsudnya dari ‘waktu itu akan datang’?” tanyaku
  “hmmm…,kau akan tau jika waktunya tiba” ucapnya sambil berjalan menghampiriku
  “tapi kapan?,kan sekarang aku sudah kelas 9 smp,lagian kita kan sudah semester 2 mau nunggu sampek kapan ?” tanyaku padanya
  “sudahlah,tenang saja aku akan beritahu padamu saat waktunya tiba” setelah menjawabnya ia langsung menarik tanganku dan kami berjalan masuk ke dalam kelas. Saat pelajaran berlangsungpun aku masih memikirkan kata-kata yang diucapkan dika tadi aku memang tidak tau apa yang kau magsud,aku berharap itu hal yang positif
            Tak terasa tinggal 1 bulan lagi aku sekolah,karena setelah ini aku akan menghadapi ujian yang akan membawaku ke SMA/SMK dan.. aku masih memikirkan ucapan dika waktu itu. Saat itu aku les pelajaran (hanya pelajaran yang akan di ujiankan).
  “kalian diantar atau berangkat sendiri?” tanya pak alex guru fisika di kelasku
  “sebagian ada yang diantar sebagian ada juga yang berangkat sendiri” jawab mutia
  “memangnya kenapa pak?” tanya andik
  “diluar hujan,saya harap untuk kalian yang berangkat sendiri tunggu jemputan yaa,saya khawatir jika kalian nanti kehujanan bisa-bisa nanti kalian sakit” ucap pak alex,aku berharap seseorang akan menjemputku nanti karena aku tadi berangkat jalan kaki,10 menit kemudian bel pulang berbunyi,semua teman-temanku keluar dari kelas,ketika aku keluar kelas aku melihat di luar sudah banyak ibu,ayah atau kakak menjemput adek atau anaknya masing-masing,aku mengambil ponselku untuk menelfon bunda yaa siapa tau saja bunda dapat menjemputku,tapi ketika aku hendak menelfon bunda,kerumunan orang-orang tadi sudah pergi aku melihat sesosok anak laki-laki sedang berdiri di saja sambil membawa payung berwarna rainbow
  “dika” ucapku perlahan,segera aku menuju rak sepatu untuk memakai sepatuku,aku berjalan mendekati dika,begitu juga sebaliknya
  “sedang apa kau disini?” tanyaku
  “memangnya apa yang kau lihat?” ucapnya sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya
  “terima kasih” jawabku. Kami pulang di antara derasnya hujan,tidak ada suara diantara kami berdua,sama seperti suasana saat pertama kali dika mengajakku pulang bersama
  “masih ingat ini tidak?” tanya dika membuyarkan lamunanku
  “eh..,masih kok” jawabku “saat itu kau mengajakku pulang kan?,saat itu juga kita kelas 7” lanjutku
  “waaahh..,ternyata kau masih ingat yaa,kukira kau sudah melupakannya” jawabnya sambil melingkarkan tangannya di bahu kiriku “dan kuharap kau akan selalu mengingatnya sampai kapanpun,masih ingat tidak?kata-kata yang kulontarkan padamu?” tanyanya
  “masih” jawabku
  “seperti apa?” tanya dika
  “’heh,kau mau tidak pulang bersamaku,hujan ini tidak akan cepat reda’,ucapanmu terputus kemudian ‘kebetulan rumah kita satu arah’ begitu,benar bukan ?” jawabku sambil tersenyum ke arah dika
  “hahaha.. kau mengingatnya dengan baik,aku saja sudah lupa” ucapnya sambil tersenyum ke arahku, “kuharap kau juga mengingat semuanya tentang kau dan aku termasuk kalimat ini jika kau akan bertemu hujan kembali ‘apakah kau butuh payung nona?’ kau harus ingat” ucapnya “nah sudah sampai” lanjutnya ketika sudah sampai di depan rumahku
  “sebenarnya apa yang kamu magsud,aku tidak mengerti” tanyaku padanya
  “sebenarnya…,setelah ujian aku akan pindah ke bandung,dan aku akan kembali… mungkin ketika aku sudah kuliah atau mungkin sebelumnya” jawabnya “dan aku ingin kau mengingat semuanya saat aku pergi nanti,karena mungkin saja aku lupa” lanjutnya
  “kenapa baru kau beritau padaku” tanyaku tak terasa air mataku menetes
  “karena aku tidak ingin kau sedih,sudahlah jangan menangis” setelah menjawabnya dika mencium keningku “jaga dirimu baik-baik yaa” setelah mengucapkan itu dia pergi meninggalkanku. Aku akan menunggumu sampai kau datang dika.
            Yang lalu biarkanlah berlalu,kenyataannya sekarang aku sudah kelas 12 SMA,ketika bel pulang berbunyi kulihat di luar hujan deras aku jadi teringat saat aku kelas 9 dulu,saat dimana dika pernah menjemputku,namun sekarang aku harus menunggu bunda atau ayahku yang akan datang menjemputku,aku berjalan menuju depan gerbang sekolah,aku menunggu mereka disana,beberapa saat kemudian aku merasakan ada seseorang sedang berdiri di belakangku dan dia berkata..
  “apakah kau butuh payung nona” ucap seseorang di belakangku,segera aku melihat ke belakangku
  “dika” ucapku sambil tersenyum

  “ternyata kau masih mengingatnya,kukira kau sudah lupa” jawabnya,aku langsung memeluknya melepas rasa rinduku pada sahabat lamaku,dan diapun membalas pelukanku. Sampai saat ini aku akan terus mengenangnya,karena payung.. membawanya kembali padaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar