UMBRELLA
Karena payung kita berkenalan,karena payung
kita berteman.karena payung juga kita selalu bersama,mungkin payung
memberikan kita sebuah cerita tersendiri
untuk kita,cerita ini berawal dari 3 tahun yang lalu. Saat itu aku duduk di
kelas 9 smp
“bunda aku berangkat dulu
ya” uapku
“biar bunda yang nganter
kamu ya nak” ucap bunda sambil berjalan menghampiriku
“tidak usah bunda,aku jalan
saja,toh jarak dari rumah kesekolah tidak terlalu jauh bunda” ucapku kemudian
mencium punggung tangan bunda,semenjak ayah keluar kota aku jadi jalan kaki ke
sekolah,yaa hitung2 olah raga deh
“airin”panggil seseorang
dari belakang
“dika” panggilku begitu aku
melihat ke belakang
“ada PR tidak,kemarin aku
tidak masuk” ucapnya sambil memakai dasi
“mmm..,tidak ada memangnya
kenapa kemarin kamu tidak masuk?” tanyaku
“kemarin bangunku
kesiangan” jawabnya
“bangun jam berapa?”
tanyaku sambil menghentikan langkahnya
“hehehe,jam 10 siang”
jawabnya sambil mencubit pipi kananku kemudian lari mendahuluiku
“hei! Tunggu aku” teriakku
sambil berlari,kami menjadi sahabat sejak kami kelas 7 dan itu kami selalu satu
kelas,dulu kami tetangga dekat,rumahnya berada di depan rumahku,tapi semenjak
ayahnya bangkrut ia pindah di kompleks sebelah,dan… aku berharap tidak akan ada
kata berpisah di persahabatan kita,tak lama kemudian kami sudah berada di depan
gerbang sekolah,dan kami masuk ke kelas bersama-sama
“sudah lama ya kita bersama”
ucap dika sambil terus berjalan
“iya” jawabku
“dan tak terasa juga kita
sudah kelas 9 SMP.. dan waktu itu akan datang” ucapnya,aku kaget mendengarnya
langsung saja ku hentikan langkahku
“apa magsudnya dari ‘waktu
itu akan datang’?” tanyaku
“hmmm…,kau akan tau jika
waktunya tiba” ucapnya sambil berjalan menghampiriku
“tapi kapan?,kan sekarang
aku sudah kelas 9 smp,lagian kita kan sudah semester 2 mau nunggu sampek kapan
?” tanyaku padanya
“sudahlah,tenang saja aku
akan beritahu padamu saat waktunya tiba” setelah menjawabnya ia langsung
menarik tanganku dan kami berjalan masuk ke dalam kelas. Saat pelajaran berlangsungpun
aku masih memikirkan kata-kata yang diucapkan dika tadi aku memang tidak
tau apa yang kau magsud,aku berharap itu hal yang positif
Tak terasa tinggal
1 bulan lagi aku sekolah,karena setelah ini aku akan menghadapi ujian yang akan
membawaku ke SMA/SMK dan.. aku masih memikirkan ucapan dika waktu itu. Saat itu
aku les pelajaran (hanya pelajaran yang akan di ujiankan).
“kalian diantar atau
berangkat sendiri?” tanya pak alex guru fisika di kelasku
“sebagian ada yang diantar
sebagian ada juga yang berangkat sendiri” jawab mutia
“memangnya kenapa pak?”
tanya andik
“diluar hujan,saya harap
untuk kalian yang berangkat sendiri tunggu jemputan yaa,saya khawatir jika
kalian nanti kehujanan bisa-bisa nanti kalian sakit” ucap pak alex,aku berharap
seseorang akan menjemputku nanti karena aku tadi berangkat jalan kaki,10 menit
kemudian bel pulang berbunyi,semua teman-temanku keluar dari kelas,ketika aku
keluar kelas aku melihat di luar sudah banyak ibu,ayah atau kakak menjemput
adek atau anaknya masing-masing,aku mengambil ponselku untuk menelfon bunda yaa
siapa tau saja bunda dapat menjemputku,tapi ketika aku hendak menelfon bunda,kerumunan
orang-orang tadi sudah pergi aku melihat sesosok anak laki-laki sedang berdiri
di saja sambil membawa payung berwarna rainbow
“dika” ucapku perlahan,segera
aku menuju rak sepatu untuk memakai sepatuku,aku berjalan mendekati dika,begitu
juga sebaliknya
“sedang apa kau disini?”
tanyaku
“memangnya apa yang kau
lihat?” ucapnya sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya
“terima kasih” jawabku.
Kami pulang di antara derasnya hujan,tidak ada suara diantara kami berdua,sama
seperti suasana saat pertama kali dika mengajakku pulang bersama
“masih ingat ini tidak?”
tanya dika membuyarkan lamunanku
“eh..,masih kok” jawabku
“saat itu kau mengajakku pulang kan?,saat itu juga kita kelas 7” lanjutku
“waaahh..,ternyata kau masih
ingat yaa,kukira kau sudah melupakannya” jawabnya sambil melingkarkan tangannya
di bahu kiriku “dan kuharap kau akan selalu mengingatnya sampai kapanpun,masih
ingat tidak?kata-kata yang kulontarkan padamu?” tanyanya
“masih” jawabku
“seperti apa?” tanya dika
“’heh,kau mau tidak pulang
bersamaku,hujan ini tidak akan cepat reda’,ucapanmu terputus kemudian
‘kebetulan rumah kita satu arah’ begitu,benar bukan ?” jawabku sambil tersenyum
ke arah dika
“hahaha.. kau mengingatnya
dengan baik,aku saja sudah lupa” ucapnya sambil tersenyum ke arahku, “kuharap
kau juga mengingat semuanya tentang kau dan aku termasuk kalimat ini jika kau
akan bertemu hujan kembali ‘apakah kau butuh payung nona?’ kau harus ingat”
ucapnya “nah sudah sampai” lanjutnya ketika sudah sampai di depan rumahku
“sebenarnya apa yang kamu
magsud,aku tidak mengerti” tanyaku padanya
“sebenarnya…,setelah ujian
aku akan pindah ke bandung,dan aku akan kembali… mungkin ketika aku sudah
kuliah atau mungkin sebelumnya” jawabnya “dan aku ingin kau mengingat semuanya
saat aku pergi nanti,karena mungkin saja aku lupa” lanjutnya
“kenapa baru kau beritau
padaku” tanyaku tak terasa air mataku menetes
“karena aku tidak ingin kau
sedih,sudahlah jangan menangis” setelah menjawabnya dika mencium keningku “jaga
dirimu baik-baik yaa” setelah mengucapkan itu dia pergi meninggalkanku. Aku akan
menunggumu sampai kau datang dika.
Yang lalu
biarkanlah berlalu,kenyataannya sekarang aku sudah kelas 12 SMA,ketika bel
pulang berbunyi kulihat di luar hujan deras aku jadi teringat saat aku kelas 9
dulu,saat dimana dika pernah menjemputku,namun sekarang aku harus menunggu
bunda atau ayahku yang akan datang menjemputku,aku berjalan menuju depan
gerbang sekolah,aku menunggu mereka disana,beberapa saat kemudian aku merasakan
ada seseorang sedang berdiri di belakangku dan dia berkata..
“apakah kau butuh payung
nona” ucap seseorang di belakangku,segera aku melihat ke belakangku
“dika” ucapku sambil
tersenyum
“ternyata kau masih mengingatnya,kukira kau sudah lupa” jawabnya,aku langsung memeluknya melepas rasa rinduku pada sahabat lamaku,dan diapun membalas pelukanku. Sampai saat ini aku akan terus mengenangnya,karena payung.. membawanya kembali padaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar