Sabtu, 02 Mei 2015

Siapa Dia

Siapa  dia???
                Aku kesiangan,aku langsung berjalan menuju kamar mandi dan cepat-cepat turun ke bawah untuk sarapan,setelah selesai aku langsung mengambil semua buku yang ada di meja belajarku,bagiku tidak peduli apakah buku yang kubawa benar atau salah yang penting aku bisa mengikuti  pelajaran dengan baik
  “ayo dek,nanti terlambat” teriak kak dafa
  “iya kak,sebentar lagi” ucapku,setelah itu aku berlari menuruni tangga,tapi aku melemparkan tasku terlebih dahulu
  “deva,kenapa di lempar tasnya?” teriak bunda setelah mendengar bunyi tasku yang menghanam lantai,aku tidak menjawabnya,setelah sampai di meja makan aku mengambil 1 lapis roti rasa coklat dan meneguk beberapa susu yang sudah di tuangkan oleh mama di gelasku
  “jangan terburu-buru,nanti tersedak” ucap papa
  “mampik akuh telambat” ucapku dengan mulut yang penuh dengan roti
  “ayo di habiskan dulu” ucap mama,setelah roti itu ku telan kini aku bisa berbicara dengan jelas
  “deva berangkat dulu ya ma pa” uacapku sambil mencium kedua tangan mereka
Sesampainya di sekolah,aku langsung berlari menuju kelas dan….. akhirnya aku berhasil juga,bel belum berbunyi dan guru killer itu juga belum masuk,pelajaran berlangsung lancar tiba2 aku merasa kepalaku sangat berat dan pusing sekali,kuletakkan kepalaku di meja dan kupaksa agar mataku tetap tebuka tapi gagal,perlahan-lahan mataku menutup ku dengar sayup-sayup suara tasya  membangunkanku. Ketika aku terbangun aku sudah berada di UKS,disana sepi seperti tidak ada satu guru atau petugas UKS berjaga di sini,kubangunkan badanku perlahan-lahan kulihat ke arah meja yang ada di sampingku,di sana ada semangkuk buah-buahan dan segelas susu,jika ada anak yang masuk UKS harus meminum dan memakan buah yang sudah di sediakan,kuraih mangkuk itu tapi tiba-tiba aku melihat seorang gadis sedang duduk di depanku
  “kau siapa?” ucapku “kamu dari kelas mana?” tanyak,namun dia tidak menjawabnya,kuambil beberapa buah itu lalu kumakan ketika kulihat ke arah kursi itu dia sudah tidak ada di sana.
                5 hari yang akan tiba aku akan pergi ke malang untuk acara LDKS.setelah aku melepaskan jabatanku sebagai anggota UKS dan beralih ke OSIS karena aku ingin mencari kesibukan sebelum aku kelas 9,hari ini para siswa dipulangkan lebih awal karena aka ada rapat guru yang akan membahas tentang LDKS yang akan datang,setelah aku di jemput oleh sopir yang ada di rumahku aku langsung bermain dengan kak dafa di taman belakang
  “dek” sapa kak dafa
  “iya kak ada apa?” tanyaku
  “besok kalu kamu LDKS hati2 yaa,kak merasa ada yang aneh aja” jawab kak dafa yang tiba2 langsung memelukku
  “iya kak,aku bakalan hati2 kok,kakak tenang aja ya” ucapku sambil membalas pelukan kakakku itu.
Tak terasa waktu cepat berlalu,hari ini aku akan pergi ke malang untuk LDKS,setelah sampai kami langsung memulai kegiatan,tapi lagi2 aku melihat gadis itu,dia memakai baju yang sama denganku,tapiii sepertinya dia mempunyai maksud jahat padaku,seperti mendorongku agar aku jatuh,agar aku terpeleset dll,karena aku tak tahan dengan perbuatannya,akhirnya aku bercerita pada tasya
  “ lebih baik kamu lebih berhati-hati aja sama dia mungkin dia tidak suka padamu” ucap tasya,pada suatu sore aku melihat seekor kelinci sedang melompat lompat dengan riangnya,kemudian dengan cepat aku dapat memegangnya dan mengusap-usap bulu halusnya,tapi kemudian kelinci itu melompat ke arah jalan raya,spontan aku langsung berlari untuk mengambilnya agar kelinci itu tidak tertabrak,akan tetapi ketika aku sudah mendapatkn kelinci itu tanpa kusadari ada mobi box yang melaju ke arahku dengan kecepatan yang kencang,aku tertabrak badanku terpental jauh,kemudian aku terjatuh dan kepalaku membentur trotoar,ketika aku membuka mataku aku dapat melihat tubuhku yang sudah berlumuran darah,aku berdiri disana,menatap tubuhku dan.. aku melihat gadis itu berdiri di ujung jalan sambil tersenyum senang ke arahku,sebenarnya siapa dia dia sepertinya senang jika aku mati..

  “akhirnya kamu mati juga deva data,aku senang melihatnya,karena aku sudah bisa membalaskan dendamku padamu” suara itu terdengar jelas di telingaku,sesaat kemudian dia menghilang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar