Siapa dia???
Aku
kesiangan,aku langsung berjalan menuju kamar mandi dan cepat-cepat turun ke
bawah untuk sarapan,setelah selesai aku langsung mengambil semua buku yang ada
di meja belajarku,bagiku tidak peduli apakah buku yang kubawa benar atau salah
yang penting aku bisa mengikuti pelajaran
dengan baik
“ayo dek,nanti terlambat”
teriak kak dafa
“iya kak,sebentar lagi”
ucapku,setelah itu aku berlari menuruni tangga,tapi aku melemparkan tasku
terlebih dahulu
“deva,kenapa di lempar
tasnya?” teriak bunda setelah mendengar bunyi tasku yang menghanam lantai,aku
tidak menjawabnya,setelah sampai di meja makan aku mengambil 1 lapis roti rasa
coklat dan meneguk beberapa susu yang sudah di tuangkan oleh mama di gelasku
“jangan terburu-buru,nanti
tersedak” ucap papa
“mampik akuh telambat”
ucapku dengan mulut yang penuh dengan roti
“ayo di habiskan dulu”
ucap mama,setelah roti itu ku telan kini aku bisa berbicara dengan jelas
“deva berangkat dulu ya ma
pa” uacapku sambil mencium kedua tangan mereka
Sesampainya di sekolah,aku langsung berlari menuju kelas dan…..
akhirnya aku berhasil juga,bel belum berbunyi dan guru killer itu juga belum
masuk,pelajaran berlangsung lancar tiba2 aku merasa kepalaku sangat berat dan
pusing sekali,kuletakkan kepalaku di meja dan kupaksa agar mataku tetap tebuka
tapi gagal,perlahan-lahan mataku menutup ku dengar sayup-sayup suara tasya membangunkanku. Ketika aku terbangun aku
sudah berada di UKS,disana sepi seperti tidak ada satu guru atau petugas UKS
berjaga di sini,kubangunkan badanku perlahan-lahan kulihat ke arah meja yang
ada di sampingku,di sana ada semangkuk buah-buahan dan segelas susu,jika ada
anak yang masuk UKS harus meminum dan memakan buah yang sudah di
sediakan,kuraih mangkuk itu tapi tiba-tiba aku melihat seorang gadis sedang
duduk di depanku
“kau siapa?” ucapku “kamu
dari kelas mana?” tanyak,namun dia tidak menjawabnya,kuambil beberapa buah itu
lalu kumakan ketika kulihat ke arah kursi itu dia sudah tidak ada di sana.
5 hari yang
akan tiba aku akan pergi ke malang untuk acara LDKS.setelah aku melepaskan
jabatanku sebagai anggota UKS dan beralih ke OSIS karena aku ingin mencari
kesibukan sebelum aku kelas 9,hari ini para siswa dipulangkan lebih awal karena
aka ada rapat guru yang akan membahas tentang LDKS yang akan datang,setelah aku
di jemput oleh sopir yang ada di rumahku aku langsung bermain dengan kak dafa
di taman belakang
“dek” sapa kak dafa
“iya kak ada apa?” tanyaku
“besok kalu kamu LDKS
hati2 yaa,kak merasa ada yang aneh aja” jawab kak dafa yang tiba2 langsung
memelukku
“iya kak,aku bakalan hati2
kok,kakak tenang aja ya” ucapku sambil membalas pelukan kakakku itu.
Tak terasa waktu cepat berlalu,hari ini aku akan pergi ke malang
untuk LDKS,setelah sampai kami langsung memulai kegiatan,tapi lagi2 aku melihat
gadis itu,dia memakai baju yang sama denganku,tapiii sepertinya dia mempunyai
maksud jahat padaku,seperti mendorongku agar aku jatuh,agar aku terpeleset
dll,karena aku tak tahan dengan perbuatannya,akhirnya aku bercerita pada tasya
“ lebih baik kamu lebih
berhati-hati aja sama dia mungkin dia tidak suka padamu” ucap tasya,pada suatu
sore aku melihat seekor kelinci sedang melompat lompat dengan riangnya,kemudian
dengan cepat aku dapat memegangnya dan mengusap-usap bulu halusnya,tapi kemudian
kelinci itu melompat ke arah jalan raya,spontan aku langsung berlari untuk
mengambilnya agar kelinci itu tidak tertabrak,akan tetapi ketika aku sudah
mendapatkn kelinci itu tanpa kusadari ada mobi box yang melaju ke arahku dengan
kecepatan yang kencang,aku tertabrak badanku terpental jauh,kemudian aku
terjatuh dan kepalaku membentur trotoar,ketika aku membuka mataku aku dapat
melihat tubuhku yang sudah berlumuran darah,aku berdiri disana,menatap tubuhku
dan.. aku melihat gadis itu berdiri di ujung jalan sambil tersenyum senang ke
arahku,sebenarnya siapa dia dia sepertinya senang jika aku mati..
“akhirnya kamu mati juga deva data,aku senang melihatnya,karena aku sudah bisa membalaskan dendamku padamu” suara itu terdengar jelas di telingaku,sesaat kemudian dia menghilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar