Sabtu, 02 Mei 2015

My Doll

My Doll

                Hari ini aku dan keluargaku pergi ke suatu tempat di daerah pasuruan,kebetulan ayahku baru saja membangun 8 villa di sana,jadi kami sekeluarga bertujuan untuk menginap di sana selama beberapa hari. Kami berangkat dari bogor pukul 08.00 am,tak lupa aku membawa boneka pemberian almarhum nenekku,ia memberikan boneka itu pada saat aku ulang tahun ke 10,sekarang umurku 14 tahun walapun umurku sudah 14 tahun aku tetap sayang dan cinta pada bonekaku,bonekaku kuberi nama funky. Setelah semuanya selesai aku dan keluargaku segera berangkat
    “apa kau akan membawa boneka itu ?” tanya kak adit
   “ya iyalah” jawabku
   “hmmm,memangnya seberapa berharganya boneka itu untukmu?” tanya kak aditya
  “seperti seorang bajak laut yang menjaga emas batangannya di sebuah kapal” jawabku,kedua kakak laki-lakiku tertawa,aku mengisi liburanku 5 hari belakangan ini dengan membaca buku bersama funky,aku mempunyai 15 hari lagi untuk liburan,dan ketika masuk aku akan duduk di kelas 9 smp,dan kakakku akan duduk di kelas 11 sma,kedua kakakku adalah anak kembar hanya saja kakak aditya adalah kakak yang terbaik dari pada adit dan dia adalah kakak tertampan bagiku. Perjalanan berlangsung selama 15 jam setengah,setalah sampai kami langsung masuk ke villa dekat gerbang utama,villa cukup besar di banding villa yang lainnya 5 villa yang lainnya sudah terisi sedangkan sisinya masih kosong,tempatnya juga berpencar-pencar. Sesampaiya di villa aku langsung tidur tanpa harus ganti baju terlebih dahulu. Paginya aku dan kedua kakakku pergi berkeliling villa,kami mampir di air terjun dekat villa nomor 6,villa sudah terisi jadi kami istirahat di batu besar dekat sungai,tiba-tiba aku melihat dari kejauhan ada anak kucing yang sedang tenggelam aku iba melihatnya,akhirnya aku mencoba untuk turun perlahan-lahan menuju tengah sungai,tapi tiba-tiba aku terpeleset dan aku langsung masuk ke dalam air kukira airnya dangkal eh ternyata dalamnya sampai seleherku aku berteriak minta tolong berharap ke dua kakakku membantuku tapi hasilnya nihil tidak ada yang mendengarkanku,aku ikut hanyut di bawa arus sampai menuju air terjun yang akan mengalir ke sungai yang besar,aku terus berteriak tapi tetap  tidak ada yang mendengar tiba-tiba ketika aku sudah full tenggelam aku merasa bonekaku ada yang menarik,kubalas tarik tapi sepertinya boneka itu terus menarikku,beberapa menit kemudian dalam keadaan setengah sadar aku melihat kedua kakakku berlari ke arahku dan kak adit langsunga menggendongku
Keesokan harinya aku hanya diam di villa,aku tidak berani untuk keluar karena aku takut jika peristiwa itu terulang lagi mungkin akan lebih buruk dari itu. Tapi justru malah terjadi hal yang buruk ketika aku memasak air untuk membuat coklat hangat aku pergi untuk mengambil mantelku karena aku merasa kedinginan tapiii kemudian aku mencium bau asap ketika aku berjalan menuju dapur aku melihat api yang sangat besar di sana,aku kembali menuju kamar untuk menelfon kak adit,kak aditya,bunda atau ayah tapi tidak bisa,aku mengambil funky dan membawaku dalam pelukanku,ketika aku hendak mengambil air di kamar mandi api sudah mencapai ruang keluarga jadi aku sudah kejebak di dalam kamar,di depan pintu kamarku aku melihat beberapa kayu jatuh di depan kamarku,dan ketika api itu menuju televisi tiba-tiba terdengar suara ledakan yang keras,dan kini api sudah sampai di dinding kamarku ketika aku hendak melompat dari agar aku merasa ada yang menarik baju ku kemudian dia memukul kepalaku dan punggunggu dengan benda.
Ketika aku tersadar,aku sudah berada di rumah sakit dan funky berada di samping kiriku,boneka beruang itu tampak baik baik saja tidak ada asap sedikitpun di bulunya,ketika aku melihat ayah dan bunda mendekat aku menangis
   “ayah maafin vili,vili sudah membakar villa baru ayah” ucapku sambil menangis
  “tidak apa-apa vili,justru ini salah kita semua” ucap ayah
   “iya,karena kita semua,kamu jadi kayak gini” ucap kak adit. Setelah aku keluar dari rumah sakit aku berjalan menuju kamar bunda yang kebetulan hanya ada bunda di sana
  “bunda” panggilku
  “iya,ada apa sayang sini duduk dekat bunda,bunda lagi nglimpetin cucian” ucap bunda,akupun berjalan menghampiri bunda
  “bunda vili mau tanya” ucapku
  “soal apa?,apakah soal boneka?” tanya bunda,bagaimana bunda tau?,aku menjawabnya dengan mengangguk
  “dulu 2 minggu  sebelum kmu ulang tahun nenek sakit dan dia menyuruh kami untuk mencari boneka yang ia minta untuk membelinya di toko boneka dengan berbekal foto di handphone ayah kamu,akhirnya ayah menemukannya dan membelinya kemudian di berikan kepada nenek,nenek memberinya sebuah mantra,dan setelah nenek meninggal entah kenapa boneka itu selalu melindungimu kemanapun vili pergi,sebab itu,pada saat kecelakaan bus pariwisata yang vili perpisahan ke jogja hanya vili dan teman sebelah vili yang selamat tanpa luka sedikitpun sedangkan teman yang lainnya ada yang meninggal ada nada juga yang luka2,dan vili tau?,pada saat kebakaran itu vili sedang terbaring lemas di antara rerumputan” jelas bunda,aku berjalan perlahan dan memeluk boneka itu erat-erat tanpa sadar perlahan-lahan aku meneteskan air mata,vili sayang sama nenek,vili berterimakasih pada nenek,terimaksih nenek ucapku sambil memeluk boneka itu,aku merasakan nenek ada di belakangku,lalu..??siapa orang yang memukulku pada saat kebakaran itu,siapa yang memukulku pada saat aku ingin kabur dari kamar sepertinya seseorang itu menginginkanku agar aku.. mati..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar