Dream Catcher
Hari
ini tara pulang telat,bukan karena ada rapat osis,ekstrakulikuler,kumpul
bersama teman atau apa,tapi tara hanya ingin sendirian,benar-benar
sendirian,sudah delapan bulan ini dia tidak bertemu dengan sahabat
lamanya,bahkan saat itu dia main ke rumah temannya..tetap saja dia tidak
bertemu fandi. Tara sudah kehabisan akal,entah bagaimana caranya dia harus
memendam rasa rindu itu pada sahabat lamanya.
“aku
harus kesana,bagaimanapun caranya” ucapnya lirih,tara melihat ke langit,disana
fandi mengucapkan satu kata yang masih dia ingat “aku akan ada di atas sana saat kau
rindu padaku,karena aku akan menjadi langitmu yang mudah kau lihat saat kau
rindu padaku,bayangkan saja jika rindu padaku..cukup lihat langit dan,sebut
namaku tiga kali,..fandi..fandi..fandi” tara
mengucapkan nama fandi pelan,tapi itu percuma,fandi tidak akan datang seperti
dulu lagi.
Setibanya
di rumah,tara langsung berjalan ke kamar dan mengunci pintunya,tara mengambil
satu foto yang dia letakkan di figura,fotonya bersama fandi di sebuah
taman,dimana ia di gendong fandi di belakang dan kedua tangan tara yang
mencubit kedua pipi fandi,senyum fandi terukir lebar di foto itu,terlihat
sekali kalau fandi begitu senang.
“fandi..fandi..fandi” tara menyebut nama fandi tiga kali “fandi..fandi..fandi!!” kali ini suaranya
lebih keras “fandi aku
memanggilmu!kenapa kau tidak datang?” tara menundukkan kepalanya setelah
mengucapkan kalimat itu cukup keras,setetes air mata jatuh di atas pigura
itu,entah kenapa dia begitu rindu pada sahabat lamanya itu “aku harus pergi,harus” ucap tara pada
dirinya sendiri,segera tara mandi setelah itu menyiapkan barang yang akan dia
bawa besok.
“besok mau kemana aja?” tanya ibu tara
“nonton,timezone dan foto-foto bersama”
“sudah bilang fandi?” tara menggeleng ketika ayahnya menanyakan itu
padanya “kenapa?”
“surprise”
“bagaimana kalau fandi enggak ada di rumah?”
“ih
ibu,bikin semangat surut aja”. Tara masih belum bisa tidur,ia masih takut mimpi
itu akan datang lagi,mimpi dimana fandi marah padanya dan membencinya,lalu
bilang kalau dia tidak mau bersahabat lagi dengannya,namun tara harus tetap
tidur.
Tara
berangkat di antar ayahnya,tapi dia tidak langsung menuju rumah fandi melainkan
ke rumah temannya
“emangnya kamu tau ra rumahnya fandi itu dimana?”
“iya
ka,lagian kalau enggak kesana untuk ketemu dia mau pake cara apalagi”
“tapi ra,kalau fandi lagi ada
kerja kelompok ama teman sekolahnya gimana?”
“lika,kamu teman baik aku kan?,cuma kamu dan aku temen cewek yag dekat
ama fandi..aku mohon,bantu aku dengan doa ya” kata tara lalu tersenyum. Lika
teman baik tara sejak smp tidak bisa mencegah tara untuk pergi ke rumah fandi
Sesampainya
disana tara melihat seorang laki-laki sedang berdiri di dekat rumah fandi,tara
tidak mengenali orang itu karena dia menunduk
“mas
mau tanya,fandinya ada di rumah kan?”
“enggak ada,kan fandinya lagi disini” ucap mas-mas itu lalu melihat ke
arah tara,tara tersenyum dan langsung memeluk fandi
“tar-tara,kalau dilihat orang gimana?” melihat sekitar daerah rumahnya
“sepi
kok” ucap tara setelah melepas pelukan dari fandi. Mereka berdua pergi ke mall
untuk main bersama,ke toko buku,timezone,toko aksesoris dan juga nonton film
“tara,kamu percaya kalau dream catcher itu bisa merangkap mimpi?”
“sedikit”
“kenapa?,bukannya kamu dulu percaya banget
ya?”
“iya,tapi itu semua berubah saat aku mimpi buruk dan itu benar-benar
mimpi buruk buat aku”
“mimpi apa itu?” akhirnya tara menceritakan mimpi buruknya pada
fandi,fandi tersenyum lalu melingkarkan tangannya ke bahu tara “enggak enggak,itu mungkin cuma efek kamu
kangen sama aku. Aku janji kita akan tetap menjadi sahabat sampai kapanpun”
ucapan fandi membuat tara lupa akan mimpi buruknya,fandi mengajak tara ke toko
pernak-pernik,disana fandi mengambil dream catcher berwarna biru
“untuk apa?”
“untuk kamu” kata fandi sambil menunjukkan drema catcher itu
“tapi
aku enggak suka kalau warnanya cuma biru” fandi pun meletakkannya dan mengambil
yang lainnya,akhirnya fandi mengambil dream catcher berwarna biru dengan
perbaduan warna ungu dan putih
“ini?” tara mengambilnya dari tangan fandi
“kamu
enggak?” tanya tara sambil berjalan ke arah kasir
“enggak”
“kenapa?”
“karena aku udah punya dream catcher sendiri”
“oh
iya?,apa itu? seperti milikku?”
“bukan,tapi
kamu” tara berhenti memandangi dream catcher itu
“kok
bisa?”
“kalau ingat kamu itu..serasa mimpi buruk itu enggak mau datang ke
tidurku,kalau kamu mau aku bisa jadi dream catcher kamu”
“caranya?”
“sebut namaku tiga kali dan lihat dream catcher milikmu,aku akan datang
dan menjaga agar mimpi burukmu tidak pernah datang lagi” tara pun menaruh dream
catcher itu untuk membayarnya di kasir. Mereka berdua keluar dari toko
itu,saling bergandengan tangan seperti dulu. Tara kini memiliki pemikiran sendiri
tentang dream catcher,kini dia memiliki dream catcher sendiri yang tidak akan
meninggalkannya.
“kau
selalu memberikan mimpi indah bagiku fandi” ucap tara setelah dia sampai di
rumah “mulai dari sekarang” tara
tersenyum ke dream catcher miliknya lalu berpaling melihat fandi,fandi
membalasnya dengan senyum lalu memeluknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar