Jatuh
cinta..berjuta rasanya..,ada sebuah lirik lagu yang mendiskripsikan bagaimana
indahnya cinta..namun ara berfikir kalau cinta itu tak sesederhana itu,tak
semudah drama korea yang romantis dengan kisah cintanya yang indah. Ara
berfikir kalau yang namanya cinta itu pasti rumit,dan itu yang dia rasakan
sekarang
Tersenyumlah Ara
Ara sesekali melihat sekeliling
apakah ada kak dwiki atau tidak,ya kak dwiki..orang yang berhasil membuatnya
nyaman,merasa memiliki kakak dan merasa bagaimana indahnya jatuh cinta ala anak
SMA,tapi bukan kak dwiki yang datang..melainkan kak owen
“nyari siapa ra?” tanya tasya
“kak owen” jawab ara
“tiara,kak owen lagi jalan jalan keliling
kelas lagi,ngapain di cari’in?”
“namanya juga suka terus kagum,wajar aja kalo
nyariin” ucap ara
“ara,bantuin dong!!” teriak fino dari dalam
kelas
“bentar!!” ara balas membentak,lalu memegang
gagang pintu tapi sebelum menggerakkan kenopnya,sekali lagi ara melihat ke arah
dimana kak dwiki sering berjalan di sana
“kamu beneran suka dan kagum sama kak dwiki?”
“iya sya,aku udah yakin kalo aku ini suka
sama dia. Spikolog bilang..kalau kita naksir orang lebih dari empat bulan,itu
artinya kita jatuh cinta sya”
“kamu udah naksir dia berapa bulan?”
“udah lama..sejak semester dua dapet dua
bulan aku udah suka dan sampai sekarang sukanya,itung aja sendiri berapa lama
aku sukanya” ucap ara lalu masuk ke kelasnya membantu fino,ini hari pertamanya
mengajar adek kelasnya sebagai pembimbing kelas.
Ketika waktunya pulang tiba-tiba
hujan turun,ara yang tadinya mendengarkan ketua osisnya menjelaskan tentang
acara apa saja yang akan di lakukan besok langsung keluar bergabung dengan hujan
yang turunnya semakin deras
“tiara!” panggil teman-temannya yang lain
ketika tiara sudah keluar dari ruang osis,tiara lari kesana kemari,berlari di
lapangan,mengambil bola basket di keranjang bola lalu memainkannya di
lapangan,di tengah tengah hujan..ara memainkan bola basket yang di pegangnya
itu,sampai seseorang datang sambil membawa payung untuknya
“ara” panggil orang itu,ara melihat ke sumber
suara
“kak dwiki” ucap ara,tapi tetap saja dia
meneruskan aktivitasnya
“ayo sini,nanti kamu sakit lo”
“aku enggak bakalan sakit cuma karena air
hujan aja”
“ayo” kak dwiki berdiri di depannya,ara
melihatnya lalu pergi dari hadapannya,tapi tidak sampai situ saja,kak dwiki
menggapai tangan tiara dan menariknya hingga tiara mau tidak mau wajahnya stay
close dengan wajahnya kak dwiki “nanti
sakit” setelah itu ara mengikuti kemana
kak dwiki pergi.
Tiara sudah memendam perasaan itu
lama sekali,tiara juga merasa sangat rindu pada sosok dwiki yang dia suka
itu,rindu itu semakin memuncak ketika dia tahu kalau beberapa hari kedepan,dia
akan bertemu kak dwiki. Tapi entah kenapa kebahagiaan itu tidak datang seperti
yang di harapkan ara,ketika masa los selesai dan di gantikan masa masa sekolah
kembali,dia harus di hadapkan dengan pilihan tetap tinggal atau mengalah
“apa!!” sinta,tasya dan Karin terkejut ketika
alya bilang kalau teman mereka sendiri suka dengan kak dwiki
“ara” panggil Karin sambil melihat ke arah
ara
“kamu mau nyerah gitu aja?” tanya sinta
“yaa..terus mau gimana lagi?aku
pertahanin?aku enggak mau nyakitin perasaan temen aku sendiri,aku juga enggak
mau bertengkar ama temen aku sendiri cuma masalah cowok”
“tapi kamu nyakitin perasaan kamu sendiri”
ucap Karin
“enggak apa kok,dari pada aku kehilangan
teman aku” ucap ara lalu pergi,hari demi hari vreya terlihat lebih dekat dengan
kak dwiki dari pada sebelumnya,bahkan terkadang vreya juga menceritakan tentang
kedekatannya dengan kak dwiki pada ara,tanpa vreya tau..ara terlihat begitu
kesulitan menutupi kesedihannya dengan senyumnya,menutupi air matanya dengan
mengucek matanya dan berpurapura menguap seolah olah dia mengantuk agar air
matanya tidak menetes,dia juga terluka saat vreya dan kak dwiki bercanda
bersama dan vreya yang mengggandengg tangan kak dwiki membuat ara berfikir
kalau seharusnya yang menggandeng tangan kak dwiki itu dirinya..bukan vreya,hingga
saat ara sendiri di depan kelas sambil menutup matanya kak owen datang
menghampirinya
“belakangan ini kamu terlihat murung,kenapa?”
“enggak apa apa kok”
“yakin?”
“iya,cuma terkadang merasa kek vas yang jatuh
dari atas meja lalu pecah dan pecahannya berserakan kemana-mana” kak owen
mengerti maksud pembicaraan ara,tapi dia hanya diam lalu duduk di samping ara
dan melingkarkan tangannya di bahu ara,ara terkejut dengan tindakan kak owen
“terkadang jika kita bisa lebih berhati-hati
mungkin vas itu tidak akan pecah” ucap kak owen sambil melihat ke ara dengan
senyumnya yang tulus
“mencintai seseorang tapi tak bisa
apa-apa..aku bisa merasakannya sekarang” ucap ara sambil menyandarkan kepalanya
di bahu kak owen
“ada kalanya kita perlu terima bahwa ada
orang yang diciptakan untuk ada di dalam hati kita,tapi bukan untuk di dalam
hidup kita” ucapan kak owen membuat ara menatapnya lekat-lekat. Dari nada
bicaranya yang tenang,tersirat amarah,sedihdan capek untuk apa yang tidak
dimengerti ara
“kakak juga merasakannya?”
“dek,semua orang juga merasakan hal yang sama
seperti itu,tapi semua itu ada saatnya”
“saatnya untuk apa?”
“ya ada saatnya kita harus meraih dan
genggaman,dan ada saatnya juga kita harus mulai melepaskan” ara melihat kak
owen beberapa saat lalu tersenyum lemas
“mungkin kak owen benar juga. Kadang aku
meminta pada tuhan,jika dia ingin aku jatuh cinta kembali,jatuhkan hati ini
pada orang yang tidak akan meninggalkanku dan menyakitiku dengan alasan yang
sama” kini giliran kak owen yang melihat ke arah ara,namun tatapannya
memberitahu betapa sayangnya kak owen pada tiara,tapi tiara tidak menyadarinya
“kalau aku lihat bulan pas malem mau
tidur,aku berfikir kalau bulan tak pernah menganggap bintang ada di
sampingnya,maka dari itu kita jarang lihat bintang kan?dan lebih sering lihat
bulan. Saat itu juga aku berfikir kalau aku pun akan tetap ada di sampingnya
walaupun dia tak pernah menganggap keberadaanku. Jadi aku hanya berharap,kalau
tuhan beri tahu dia. Kalau aku sayang sama dia” kak owen sedikit menekan kata
terakhirnya,ketika dia bilang ‘kalau aku
sayang sama dia’ dia melihat ke arah ara begitu juga ara yang melihat ke
arah kak owen.
Semenjak pembicaran mereka berdua
saat pulang sekolah,kak owen selalu ada di sampingnya dan selalu menghiburnya
ketika wajah ara terlihat sedih. Saat itu mereka sedang duduk sambil menunggu
anggota osis yang lainnnya kumpul
“habis gini kakak bakalan pensiun jadi osis
ya kak?” tanya ara
“hm,kenapa? bukannya kamu sudah tidak ada
perasaan lagi sama dwiki?”
“sebenarnya sih enggak hilang semuanya,masih
ada sedikit-sedikit”
“terus ngapain cari dia?” tanya kak owen
“lagian siapa juga yang nyari kak dwiki,aku
cuma kepikiran aja..kalau kakak udah enggak jadi osis lagi kan..itu artinya
kakak enggak bakalan bercanda lagi sama aku”
“ya teteplah,kan aku sudah bilang kalau aku
bakalan bikin kamu senyum setelah mengalami masa-masa yang sulit” tak lama
kemudian orang yang mereka bicarakan datang
“owen,nanti osisnya kumpul?”
“iya,kita bicarain buat performnya acara
besok” aku melihat kak dwiki selama mungkin aku bisa,lalu dia menyadari kalau
dirinya dilihat ara,kak dwiki memanggilnya
“ara,ngapain lihat lihat?”
“yaa,enggak nyangka aja,kalau dulu orang yang
aku suka sekarang sudah jadian sama temen aku sendiri” lalu ara tersenyum dan
pergi.
Ketika dia hendak sampai di pagar
depan sekolah,kak owen memanggilnya
“ara! mau kemana?”
“mau keluar liat kendaraan di depan” ucap ara
berbohong,karena sebenarnya hatinya terasa sakit mengucapkan kata-kata tadi
“aku tau kamu pasti lagi sakit hati kan?”
tanya kak owen
“sok tau”
“jujur
aja lagi,kalau kamu sedih..aku bakalan bantu kamu buat ngilangin rasa
sakit itu” ucap kak owen,tiara tersenyum lalu menghampirinya
“oke” lalu ara berjalan kembali ke arah
dimana dia bertemu kak dwiki untuk menunggu teman-temannya yang sedang membeli
snack di mini market,owen yang berjalan di belakangnya tersenyum
“andai kamu tau ra,aku ingin duduk di posisi
dwiki,di posisinya dimana saat kau menyayanginya. Aku menyayangimu ra,aku harap
kau tau”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar