Selasa, 02 Agustus 2016

Tersenyumlah Ara



            Jatuh cinta..berjuta rasanya..,ada sebuah lirik lagu yang mendiskripsikan bagaimana indahnya cinta..namun ara berfikir kalau cinta itu tak sesederhana itu,tak semudah drama korea yang romantis dengan kisah cintanya yang indah. Ara berfikir kalau yang namanya cinta itu pasti rumit,dan itu yang dia rasakan sekarang  

Tersenyumlah Ara
 
            Ara sesekali melihat sekeliling apakah ada kak dwiki atau tidak,ya kak dwiki..orang yang berhasil membuatnya nyaman,merasa memiliki kakak dan merasa bagaimana indahnya jatuh cinta ala anak SMA,tapi bukan kak dwiki yang datang..melainkan kak owen
  “nyari siapa ra?” tanya tasya
  “kak owen” jawab ara
  “tiara,kak owen lagi jalan jalan keliling kelas lagi,ngapain di cari’in?”
  “namanya juga suka terus kagum,wajar aja kalo nyariin” ucap ara
  “ara,bantuin dong!!” teriak fino dari dalam kelas
  “bentar!!” ara balas membentak,lalu memegang gagang pintu tapi sebelum menggerakkan kenopnya,sekali lagi ara melihat ke arah dimana kak dwiki sering berjalan di sana
  “kamu beneran suka dan kagum sama kak dwiki?”
  “iya sya,aku udah yakin kalo aku ini suka sama dia. Spikolog bilang..kalau kita naksir orang lebih dari empat bulan,itu artinya kita jatuh cinta sya”
  “kamu udah naksir dia berapa bulan?”
  “udah lama..sejak semester dua dapet dua bulan aku udah suka dan sampai sekarang sukanya,itung aja sendiri berapa lama aku sukanya” ucap ara lalu masuk ke kelasnya membantu fino,ini hari pertamanya mengajar adek kelasnya sebagai pembimbing kelas.
            Ketika waktunya pulang tiba-tiba hujan turun,ara yang tadinya mendengarkan ketua osisnya menjelaskan tentang acara apa saja yang akan di lakukan besok langsung keluar bergabung dengan hujan yang turunnya semakin deras
  “tiara!” panggil teman-temannya yang lain ketika tiara sudah keluar dari ruang osis,tiara lari kesana kemari,berlari di lapangan,mengambil bola basket di keranjang bola lalu memainkannya di lapangan,di tengah tengah hujan..ara memainkan bola basket yang di pegangnya itu,sampai seseorang datang sambil membawa payung untuknya
  “ara” panggil orang itu,ara melihat ke sumber suara
  “kak dwiki” ucap ara,tapi tetap saja dia meneruskan aktivitasnya
  “ayo sini,nanti kamu sakit lo”
  “aku enggak bakalan sakit cuma karena air hujan aja”
  “ayo” kak dwiki berdiri di depannya,ara melihatnya lalu pergi dari hadapannya,tapi tidak sampai situ saja,kak dwiki menggapai tangan tiara dan menariknya hingga tiara mau tidak mau wajahnya stay close dengan wajahnya kak dwiki   “nanti sakit” setelah itu  ara mengikuti kemana kak dwiki pergi.
            Tiara sudah memendam perasaan itu lama sekali,tiara juga merasa sangat rindu pada sosok dwiki yang dia suka itu,rindu itu semakin memuncak ketika dia tahu kalau beberapa hari kedepan,dia akan bertemu kak dwiki. Tapi entah kenapa kebahagiaan itu tidak datang seperti yang di harapkan ara,ketika masa los selesai dan di gantikan masa masa sekolah kembali,dia harus di hadapkan dengan pilihan tetap tinggal atau mengalah
  “apa!!” sinta,tasya dan Karin terkejut ketika alya bilang kalau teman mereka sendiri suka dengan kak dwiki
  “ara” panggil Karin sambil melihat ke arah ara
  “kamu mau nyerah gitu aja?” tanya sinta
  “yaa..terus mau gimana lagi?aku pertahanin?aku enggak mau nyakitin perasaan temen aku sendiri,aku juga enggak mau bertengkar ama temen aku sendiri cuma masalah cowok”
  “tapi kamu nyakitin perasaan kamu sendiri” ucap Karin
  “enggak apa kok,dari pada aku kehilangan teman aku” ucap ara lalu pergi,hari demi hari vreya terlihat lebih dekat dengan kak dwiki dari pada sebelumnya,bahkan terkadang vreya juga menceritakan tentang kedekatannya dengan kak dwiki pada ara,tanpa vreya tau..ara terlihat begitu kesulitan menutupi kesedihannya dengan senyumnya,menutupi air matanya dengan mengucek matanya dan berpurapura menguap seolah olah dia mengantuk agar air matanya tidak menetes,dia juga terluka saat vreya dan kak dwiki bercanda bersama dan vreya yang mengggandengg tangan kak dwiki membuat ara berfikir kalau seharusnya yang menggandeng tangan kak dwiki itu dirinya..bukan vreya,hingga saat ara sendiri di depan kelas sambil menutup matanya kak owen datang menghampirinya
  “belakangan ini kamu terlihat murung,kenapa?”
  “enggak apa apa kok”
  “yakin?”
  “iya,cuma terkadang merasa kek vas yang jatuh dari atas meja lalu pecah dan pecahannya berserakan kemana-mana” kak owen mengerti maksud pembicaraan ara,tapi dia hanya diam lalu duduk di samping ara dan melingkarkan tangannya di bahu ara,ara terkejut dengan tindakan kak owen
  “terkadang jika kita bisa lebih berhati-hati mungkin vas itu tidak akan pecah” ucap kak owen sambil melihat ke ara dengan senyumnya yang tulus
  “mencintai seseorang tapi tak bisa apa-apa..aku bisa merasakannya sekarang” ucap ara sambil menyandarkan kepalanya di bahu kak owen
  “ada kalanya kita perlu terima bahwa ada orang yang diciptakan untuk ada di dalam hati kita,tapi bukan untuk di dalam hidup kita” ucapan kak owen membuat ara menatapnya lekat-lekat. Dari nada bicaranya yang tenang,tersirat amarah,sedihdan capek untuk apa yang tidak dimengerti ara
  “kakak juga merasakannya?”
  “dek,semua orang juga merasakan hal yang sama seperti itu,tapi semua itu ada saatnya”
  “saatnya untuk apa?”
  “ya ada saatnya kita harus meraih dan genggaman,dan ada saatnya juga kita harus mulai melepaskan” ara melihat kak owen beberapa saat lalu tersenyum lemas
  “mungkin kak owen benar juga. Kadang aku meminta pada tuhan,jika dia ingin aku jatuh cinta kembali,jatuhkan hati ini pada orang yang tidak akan meninggalkanku dan menyakitiku dengan alasan yang sama” kini giliran kak owen yang melihat ke arah ara,namun tatapannya memberitahu betapa sayangnya kak owen pada tiara,tapi tiara tidak menyadarinya
  “kalau aku lihat bulan pas malem mau tidur,aku berfikir kalau bulan tak pernah menganggap bintang ada di sampingnya,maka dari itu kita jarang lihat bintang kan?dan lebih sering lihat bulan. Saat itu juga aku berfikir kalau aku pun akan tetap ada di sampingnya walaupun dia tak pernah menganggap keberadaanku. Jadi aku hanya berharap,kalau tuhan beri tahu dia. Kalau aku sayang sama dia” kak owen sedikit menekan kata terakhirnya,ketika dia bilang ‘kalau aku sayang sama dia’ dia melihat ke arah ara begitu juga ara yang melihat ke arah kak owen.
            Semenjak pembicaran mereka berdua saat pulang sekolah,kak owen selalu ada di sampingnya dan selalu menghiburnya ketika wajah ara terlihat sedih. Saat itu mereka sedang duduk sambil menunggu anggota osis yang lainnnya kumpul
  “habis gini kakak bakalan pensiun jadi osis ya kak?” tanya ara
  “hm,kenapa? bukannya kamu sudah tidak ada perasaan lagi sama dwiki?”
  “sebenarnya sih enggak hilang semuanya,masih ada sedikit-sedikit”
  “terus ngapain cari dia?” tanya kak owen
  “lagian siapa juga yang nyari kak dwiki,aku cuma kepikiran aja..kalau kakak udah enggak jadi osis lagi kan..itu artinya kakak enggak bakalan bercanda lagi sama aku”
   “ya teteplah,kan aku sudah bilang kalau aku bakalan bikin kamu senyum setelah mengalami masa-masa yang sulit” tak lama kemudian orang yang mereka bicarakan datang
  “owen,nanti osisnya kumpul?”
  “iya,kita bicarain buat performnya acara besok” aku melihat kak dwiki selama mungkin aku bisa,lalu dia menyadari kalau dirinya dilihat ara,kak dwiki memanggilnya
  “ara,ngapain lihat lihat?”
  “yaa,enggak nyangka aja,kalau dulu orang yang aku suka sekarang sudah jadian sama temen aku sendiri” lalu ara tersenyum dan pergi.
            Ketika dia hendak sampai di pagar depan sekolah,kak owen memanggilnya
  “ara! mau kemana?”
  “mau keluar liat kendaraan di depan” ucap ara berbohong,karena sebenarnya hatinya terasa sakit mengucapkan kata-kata tadi
  “aku tau kamu pasti lagi sakit hati kan?” tanya kak owen
  “sok tau”
  “jujur  aja lagi,kalau kamu sedih..aku bakalan bantu kamu buat ngilangin rasa sakit itu” ucap kak owen,tiara tersenyum lalu menghampirinya
  “oke” lalu ara berjalan kembali ke arah dimana dia bertemu kak dwiki untuk menunggu teman-temannya yang sedang membeli snack di mini market,owen yang berjalan di belakangnya tersenyum
  “andai kamu tau ra,aku ingin duduk di posisi dwiki,di posisinya dimana saat kau menyayanginya. Aku menyayangimu ra,aku harap kau tau”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar