Senbazuru
Itu sudah origami yang ke 990 dan
kini dia masih mengambil kertas lipat untuk lagi untuk membuatnya,sesekali dia
menyandarkan tubuhnya ke dinding ranjangnya,kurang sepuluh burung lagi dan
setelah itu akan genap menjadi seribu burung karena dia percaya kalau
permintaannya dapat terkabulkan
“elsa” kata mamanya sambil mengetuk pintu
“sembilan ratus semnilan puluh dua,masuk ma!”
mamanya membuka pintu kamarnya lalu terkejut
“elsa!,kamu ngapain nak buat kotoran kayak
gini?!”
“ini bukan kotoran ma,ini origami” jawabnya
“ini dilanjutin nanti ya sayang,guru private
kamu sudah ada di bawah nunggu kamu”
“suruh pulang aja ma” jawab elsa tenang
“kenapa sayang?”
“elsa belum selesai buat burungnya ma”
“itu sudah dapat berapa?”
“sembilan ratus sembilan puluh empat”
“kurang enam ya?,dilanjutin nanti ya sayang
setelah itu kamu makan lalu minum obat” dengan terpaksa elsa turun ke lantai
bawah untuk menemui guru privatnya,setelah belajarnya selesai,elsa berjalan ke
mini market untuk membeli beberapa roti untuknya,membuat seribu burung
membuatnya lapar,walaupun elsa sudah makan siang tetap saja elsa merasa lapar
karena dia hanya makan sepuluh suap saja
“mbak,sereal dimana?”
“baris kedua dari kasir,sebelah kiri kalau
kamu lihat dari pintu” jawab elsa ketika sibuk memilih biskuitnya. Setelah
selesai memilih elsa berjalan ke arah kasir,ketika melihat dibelakang untuk
mengambil sebatang coklat,ketika itu dia melihat laki-laki yang ada di
belakangnya.
“kamu” kata laki-laki itu,tapi elsa hanya
melihatnya dan kembali fokus melihat kasir. Setelah selesai elsa duduk di meja
depan mini market itu,kebetulan saat itu mendung
“kamu anak perempuan yang tadi aku tanyai
kan?” tanya laki-laki itu sambil berdiri di depannya dan membuka topi jaketnya
“iya,kenapa?”
“tak apa,dari mana kau tau kalau sereal itu
tempatnya disana?”
“aku sering datang kesini,jadi aku tau
tempatnya”
“oh maaf,kukira tadi kamu mbak mbak yang
kerja di situ,karena aku melihat bajumu sama. Hampir”
“iya tidak apa,aku tidak peduli aku mbak
penjaga super market atau bukan,yang penting jika ada orang yang bertanya dan
aku tau,aku bisa menjawabnya. Terlebih lagi jika orang itu bertanya padaku”
“sekalipun aku orang asing?”
“iya,pokoknya itu bukan pertanyaan tentangku”
setelah menjawabnya elsa berdiri dan membuang minuman kalengnya ke tong sampah
lalu pergi
“kau mau kemana?” tanya anak itu
“pulang” jawab elsa singkat dan tetap
berjalan
“kamu sekolah mana?,kok jam segini sudah
pulang?”
“sekolah di rumah” jawaban elsa membuat laki-laki
itu yang sejak tadi mengikuti elsa tiba-tiba berhenti
“senang bertemu denganmu,namaku Vincent.
Semoga kita bisa bertemu lagi” kata anak itu lalu pergi di tikungan
selanjutnya,elsa melihat kebelakang lalu melanjutkan jalannya.
Sesampainya dirumah elsa masih
memikirkan perkataan anak tadi ‘kamu sekolah mana?,kok jam segini sudah
pulang?’ dia orang pertama yang
bertanya seperti itu padaku kata
elsa dalam hati.
Keesokan harinya pun saat elsa pergi
ke mini market,dia juga bertemu dengan anak laki-laki yang bernama Vincent
itu,tiba-tiba suatu yang aneh datang pada elsa
“kita main TOD yuk” kata elsa saat mereka
bertemu di taman.
“kenapa ingin main TOD?” tanya Vincent
“aku penasaran bagaimana cara main permainan
itu” kata elsa sambil melihat ke arah Vincent,ketika Vincent melihatnya..dia
tersenyum
“aku dulu ya..” kata elsa,Vincent mengangguk
“nama lengkapmu siapa?”
“Vincent reynaldi saputra” jawab Vincent lalu
tertawa
“kenapa tertawa?”
“kenapa kau tanya begitu?”
“biarin,namanya juga baru main” jawabnya
jutek
“yaudah..sekarang aku,kenapa kamu
homeschooling?” pertanyaan Vincent membuat elsa menunduk dan menghembuskan
nafasnya dengan gusar
“kedua orang tuaku tidak memperbolehkanku
sekolah biasa setelah lulus SD”
“oh,sekarang giliranmu” kata Vincent sambil
bersandar di sandaran kursi taman
“tanggal dan bulan lahirmu..kapan?” Vincent
langsung melihat ke arah elsa
“kok tanya gitu?” wajah Vincent berubah
curiga
“kamu itu..tanya gini salah,gitu salah,terus
yang betul yang kayak gimana”
“oke,oke. Tanggal 15 juni 1999,sekarang kamu”
“wah.minggu depan dong. Traktir yaa,kan kita
udah temenan dapet tiga bulan ini,kalau kamu traktir aku..siapa tau kita bisa
lebih dekat”
“oke,aku tanya dua boleh?” tanya Vincent
“terus entar..aku juga tanya dua?”
“iya,pertama..kenapa kamu suka buat seribu
senbazuru?kedua..kenapa juga terkadang kamu memberikan pada orang lain?”
“karena menurut mitos jepang,membuat seribu
senbazuru bisa mengabulkan permintaan kita,itu yang pertama, dan yang
kedua..biar orang yang mendapat senbazuru itu,hari hari yang di lewatinya akan
indah,seka—“
“apa harapanmu?” tanya Vincent memotong
perkataan elsa
“jadi tiga pertanyaan dong?” kata elsa sambil
menunjukkan tiga jarinya yang berjumlah tiga,Vincent mengangkat kedua alisnya
dan dilanjut dengan senyuman hangatnya.
“aku ingin tetap sehat dan bisa melihat
orang-orang yang aku sayang” jawaban elsa membuat Vincent terkejut dan
terheran-heran
“kok harapannya gitu ?” tanya Vincent
khawatir,namun elsa hanya menjawabnya dengan mengangkat bahunya lalu tersenyum
“sekolah umum saat SMA..enak
enggak?,pertama,yang kedua..apa harapanmu saat ulang tahun dan yang
terakhir..kau menganggapku teman atau sahabat?”
“oke aku jawab,pertama..enak banget,kamu
bakal nemuin someone yang special yang akan
dukung kamu. Yang kedua,aku harap orang yang aku sayang juga sayang
padaku,dan yang terakhir..akan aku kasih tau saat aku ulang tahun minggu depan”
jawab Vincent elsa tersenyum dan Vincent melingkarkan tangannya di bahu elsa.
Hari ini Vincent mengajak elsa untuk
nonton bioskop,sebelum itu elsa dan Vincent membeli es krim Singapore sambil
menunggu jam satu tepat
“elsa”
“hm?” jawab elsa yang sibuk dengan es krimnya
“terima kasih”
“for what?”
“kamu sudah jadi teman aku dan orang yang
bikin aku semangat lagi”
“iya,aku juga berterima kasih ke kamu,kamu
orang pertama yang buat aku nyaman sama yang namanya teman..mungkin juga yang
terakhir” namun Vincent tidak terlalu mempedulikan ucapan terakhir elsa
“ini pertama kalinya kita keluar dan nonton
bareng ya sa” menyikut lengan elsa
“iya,mungkin juga yang terakhir”
“kok bisa?”
“yaa siapa tau aja enggak bisa lagi,kayak
udah enggak di bolehin keluar lagi. Kek gitu” katanya sambil mengangkat kedua
bahunya
“enggak di bolehin maksudnya?”
“mungkin” mereka berdua saling bergandengan
tangan dan saling bercerita tentang masa kecil mereka masing-masing
“burung origami kamu,kamu apa’in?”
“aku letakkan di kamarku,jadi kamarku penuh
sama senbazuru”
“boleh enggak..aku buat senbazuru buat
kamu,seribu juga kan?”
“iya,oh iya…ini,senbazuru buat kamu .
Spesial” kata elsa sambil memberikan senbazuru itu alias burung origami itu
pada Vincent.
Sejak saat itu,Vincent meminta elsa
untuk mengajarinya membuat senbazuru,dan sejak saat itu juga Vincent membuat
1000 senbazuru untuk elsa,tanpa Vincent tau itu adalah senbazuru terakhir yang
di buat oleh elsa dan senbazuru terakhir yang ia berikan pada Vincent. Bahkan
saat ulang tahun Vincent pun elsa tidak
datang
“Vincent ada yang cari kamu nak” kata mamanya
Vincent sambil mengetuk pintu kamar Vincent
“siapa ma?”
“lihat aja sendiri nak” Vincent membuka pintu
kamarnya dan turun ke bawah untuk menemui orang yang dimaksud mamanya
“Vincent ya?” tanya orang itu dan matanya
terlihat sembab karena terlalu banyak menangis,Vincent mengangguk “ikut tante nak” Vincent hanya diam selama
perjalanan,bahkan ketika di depan kamar inap rumah sakit bernomor 502,Vincent
membuka pintunya dan melihat seseorang terbaring diatas ranjang dengan lemas
dan terdapat banyak selang di sekelilingnya
“Vincent” kata anak itu lirih,dari suaranya
terdengar kalau dia letih atas semua yang sudah dia lakukan
“elsa” ucap Vincent lalu tersenyum lemah
“mana janjimu?” tanya elsa,sesuatu memasuki
tubuh Vincent,entah kenapa tiba-tiba kaki Vincent bergerak.
Vincent kembali dengan membawa 1000
senbazuru dan menaruhnya di atas ranjang elsa
“kamu masih ingat?”
“iya..,dan kali ini..aku akan meminta sebuah
harapan,aku ingin—“
“bolehkah aku yang meminta harapan itu?”
“iya elsa,boleh” air mata Vincent menetes
“tapi jawab dulu TODku,kau menganggapku
apa?teman atau..sahabat?”
“aku tidak menganggupmu teman,melainkan
sahabat..dan itu lebih dari yang kamu—“
“vincent” panggil elsa,Vincent semakin
menagis,begitu juga elsa “terimakasih”
“elsa—,aku menyayangimu..lebih dari
sahabat,kaulah orang yang aku maksud di TOD itu,aku menyayangimu”
“kau juga termasuk orang yang aku sayang,dan
harapanku..aku ingin terus melihatmu tersenyum sepanjang hari Vincent” elsa
tersenyum,begitu juga Vincent.
Sejak saat itu Vincent jadi sering
membuat senbazuru origami yang berbentuk burung dan menaruhnya di atap agar
elsa dapat melihatnya,kali ini ketika dia pulang sekolah,Vincent melihat
seseorang yang mengingatkannya pada elsa,Vincent masih mengingatnya walaupun
orang itu sudah pergi sejak satu tahun yang lalu
“ini aku beri kamu sesuatu,biar esok harimu
lebih beruntung,kalau kau ingin harapanmu terkabul buatlah 1000” ucap anak
perempuan itu sama pesis seperti elsa,dan anak laki-laki itu,sama seperti
dirinya yang…dulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar