Selasa, 02 Agustus 2016

Senbazuru



Senbazuru

            Itu sudah origami yang ke 990 dan kini dia masih mengambil kertas lipat untuk lagi untuk membuatnya,sesekali dia menyandarkan tubuhnya ke dinding ranjangnya,kurang sepuluh burung lagi dan setelah itu akan genap menjadi seribu burung karena dia percaya kalau permintaannya dapat terkabulkan
  “elsa” kata mamanya sambil mengetuk pintu
  “sembilan ratus semnilan puluh dua,masuk ma!” mamanya membuka pintu kamarnya lalu terkejut
  “elsa!,kamu ngapain nak buat kotoran kayak gini?!”
  “ini bukan kotoran ma,ini origami” jawabnya
  “ini dilanjutin nanti ya sayang,guru private kamu sudah ada di bawah nunggu kamu”
  “suruh pulang aja ma” jawab elsa tenang
  “kenapa sayang?”
  “elsa belum selesai buat burungnya ma”
  “itu sudah dapat berapa?”
  “sembilan ratus sembilan puluh empat”
  “kurang enam ya?,dilanjutin nanti ya sayang setelah itu kamu makan lalu minum obat” dengan terpaksa elsa turun ke lantai bawah untuk menemui guru privatnya,setelah belajarnya selesai,elsa berjalan ke mini market untuk membeli beberapa roti untuknya,membuat seribu burung membuatnya lapar,walaupun elsa sudah makan siang tetap saja elsa merasa lapar karena dia hanya makan sepuluh suap saja
  “mbak,sereal dimana?”
  “baris kedua dari kasir,sebelah kiri kalau kamu lihat dari pintu” jawab elsa ketika sibuk memilih biskuitnya. Setelah selesai memilih elsa berjalan ke arah kasir,ketika melihat dibelakang untuk mengambil sebatang coklat,ketika itu dia melihat laki-laki yang ada di belakangnya.
  “kamu” kata laki-laki itu,tapi elsa hanya melihatnya dan kembali fokus melihat kasir. Setelah selesai elsa duduk di meja depan mini market itu,kebetulan saat itu mendung
  “kamu anak perempuan yang tadi aku tanyai kan?” tanya laki-laki itu sambil berdiri di depannya dan membuka topi jaketnya
  “iya,kenapa?”
  “tak apa,dari mana kau tau kalau sereal itu tempatnya disana?”
  “aku sering datang kesini,jadi aku tau tempatnya”
  “oh maaf,kukira tadi kamu mbak mbak yang kerja di situ,karena aku melihat bajumu sama. Hampir”
  “iya tidak apa,aku tidak peduli aku mbak penjaga super market atau bukan,yang penting jika ada orang yang bertanya dan aku tau,aku bisa menjawabnya. Terlebih lagi jika orang itu bertanya padaku”
  “sekalipun aku orang asing?”
  “iya,pokoknya itu bukan pertanyaan tentangku” setelah menjawabnya elsa berdiri dan membuang minuman kalengnya ke tong sampah lalu pergi
  “kau mau kemana?” tanya anak itu
  “pulang” jawab elsa singkat dan tetap berjalan
  “kamu sekolah mana?,kok jam segini sudah pulang?”
  “sekolah di rumah” jawaban elsa membuat laki-laki itu yang sejak tadi mengikuti elsa tiba-tiba berhenti
  “senang bertemu denganmu,namaku Vincent. Semoga kita bisa bertemu lagi” kata anak itu lalu pergi di tikungan selanjutnya,elsa melihat kebelakang lalu melanjutkan jalannya.
            Sesampainya dirumah elsa masih memikirkan perkataan anak tadi ‘kamu sekolah mana?,kok jam segini sudah pulang?’ dia orang pertama yang bertanya  seperti itu padaku kata elsa dalam hati.
            Keesokan harinya pun saat elsa pergi ke mini market,dia juga bertemu dengan anak laki-laki yang bernama Vincent itu,tiba-tiba suatu yang aneh datang pada elsa
  “kita main TOD yuk” kata elsa saat mereka bertemu di taman.
  “kenapa ingin main TOD?” tanya Vincent
  “aku penasaran bagaimana cara main permainan itu” kata elsa sambil melihat ke arah Vincent,ketika Vincent melihatnya..dia tersenyum
  “aku dulu ya..” kata elsa,Vincent mengangguk
  “nama lengkapmu siapa?”
  “Vincent reynaldi saputra” jawab Vincent lalu tertawa
  “kenapa tertawa?”
  “kenapa kau tanya begitu?”
  “biarin,namanya juga baru main” jawabnya jutek
  “yaudah..sekarang aku,kenapa kamu homeschooling?” pertanyaan Vincent membuat elsa menunduk dan menghembuskan nafasnya dengan gusar
  “kedua orang tuaku tidak memperbolehkanku sekolah biasa setelah lulus SD”
  “oh,sekarang giliranmu” kata Vincent sambil bersandar di sandaran kursi taman
  “tanggal dan bulan lahirmu..kapan?” Vincent langsung melihat ke arah elsa
  “kok tanya gitu?” wajah Vincent berubah curiga
  “kamu itu..tanya gini salah,gitu salah,terus yang betul yang kayak gimana”
  “oke,oke. Tanggal 15 juni 1999,sekarang kamu”
  “wah.minggu depan dong. Traktir yaa,kan kita udah temenan dapet tiga bulan ini,kalau kamu traktir aku..siapa tau kita bisa lebih dekat”
  “oke,aku tanya dua boleh?” tanya Vincent
  “terus entar..aku juga tanya dua?”
  “iya,pertama..kenapa kamu suka buat seribu senbazuru?kedua..kenapa juga terkadang kamu memberikan pada orang lain?”
  “karena menurut mitos jepang,membuat seribu senbazuru bisa mengabulkan permintaan kita,itu yang pertama, dan yang kedua..biar orang yang mendapat senbazuru itu,hari hari yang di lewatinya akan indah,seka—“
  “apa harapanmu?” tanya Vincent memotong perkataan elsa
  “jadi tiga pertanyaan dong?” kata elsa sambil menunjukkan tiga jarinya yang berjumlah tiga,Vincent mengangkat kedua alisnya dan dilanjut dengan senyuman hangatnya.
  “aku ingin tetap sehat dan bisa melihat orang-orang yang aku sayang” jawaban elsa membuat Vincent terkejut dan terheran-heran
  “kok harapannya gitu ?” tanya Vincent khawatir,namun elsa hanya menjawabnya dengan mengangkat bahunya lalu tersenyum
  “sekolah umum saat SMA..enak enggak?,pertama,yang kedua..apa harapanmu saat ulang tahun dan yang terakhir..kau menganggapku teman atau sahabat?”
  “oke aku jawab,pertama..enak banget,kamu bakal nemuin someone yang special yang akan  dukung kamu. Yang kedua,aku harap orang yang aku sayang juga sayang padaku,dan yang terakhir..akan aku kasih tau saat aku ulang tahun minggu depan” jawab Vincent elsa tersenyum dan Vincent melingkarkan tangannya di bahu elsa.
            Hari ini Vincent mengajak elsa untuk nonton bioskop,sebelum itu elsa dan Vincent membeli es krim Singapore sambil menunggu jam satu tepat
  “elsa”
  “hm?” jawab elsa yang sibuk dengan es krimnya
  “terima kasih”
  “for what?”
  “kamu sudah jadi teman aku dan orang yang bikin aku semangat lagi”
  “iya,aku juga berterima kasih ke kamu,kamu orang pertama yang buat aku nyaman sama yang namanya teman..mungkin juga yang terakhir” namun Vincent tidak terlalu mempedulikan ucapan terakhir elsa
  “ini pertama kalinya kita keluar dan nonton bareng ya sa” menyikut lengan elsa
  “iya,mungkin juga yang terakhir”
  “kok bisa?”
  “yaa siapa tau aja enggak bisa lagi,kayak udah enggak di bolehin keluar lagi. Kek gitu” katanya sambil mengangkat kedua bahunya
  “enggak di bolehin maksudnya?”
  “mungkin” mereka berdua saling bergandengan tangan dan saling bercerita tentang masa kecil mereka masing-masing
  “burung origami kamu,kamu apa’in?”
  “aku letakkan di kamarku,jadi kamarku penuh sama senbazuru”
  “boleh enggak..aku buat senbazuru buat kamu,seribu juga kan?”
  “iya,oh iya…ini,senbazuru buat kamu . Spesial” kata elsa sambil memberikan senbazuru itu alias burung origami itu pada Vincent.
            Sejak saat itu,Vincent meminta elsa untuk mengajarinya membuat senbazuru,dan sejak saat itu juga Vincent membuat 1000 senbazuru untuk elsa,tanpa Vincent tau itu adalah senbazuru terakhir yang di buat oleh elsa dan senbazuru terakhir yang ia berikan pada Vincent. Bahkan saat ulang tahun Vincent pun  elsa tidak datang
  “Vincent ada yang cari kamu nak” kata mamanya Vincent sambil mengetuk pintu kamar Vincent
  “siapa ma?”
  “lihat aja sendiri nak” Vincent membuka pintu kamarnya dan turun ke bawah untuk menemui orang yang dimaksud mamanya
  “Vincent ya?” tanya orang itu dan matanya terlihat sembab karena terlalu banyak menangis,Vincent mengangguk   “ikut tante nak” Vincent hanya diam selama perjalanan,bahkan ketika di depan kamar inap rumah sakit bernomor 502,Vincent membuka pintunya dan melihat seseorang terbaring diatas ranjang dengan lemas dan terdapat banyak selang di sekelilingnya
  “Vincent” kata anak itu lirih,dari suaranya terdengar kalau dia letih atas semua yang sudah dia lakukan
  “elsa” ucap Vincent lalu tersenyum lemah
  “mana janjimu?” tanya elsa,sesuatu memasuki tubuh Vincent,entah kenapa tiba-tiba kaki Vincent bergerak.
            Vincent kembali dengan membawa 1000 senbazuru dan menaruhnya di atas ranjang elsa
  “kamu masih ingat?”
  “iya..,dan kali ini..aku akan meminta sebuah harapan,aku ingin—“
  “bolehkah aku yang meminta harapan itu?”
  “iya elsa,boleh” air mata Vincent menetes
  “tapi jawab dulu TODku,kau menganggapku apa?teman atau..sahabat?”
  “aku tidak menganggupmu teman,melainkan sahabat..dan itu lebih dari yang kamu—“
  “vincent” panggil elsa,Vincent semakin menagis,begitu juga elsa   “terimakasih”
   “elsa—,aku menyayangimu..lebih dari sahabat,kaulah orang yang aku maksud di TOD itu,aku menyayangimu”
  “kau juga termasuk orang yang aku sayang,dan harapanku..aku ingin terus melihatmu tersenyum sepanjang hari Vincent” elsa tersenyum,begitu juga Vincent.
            Sejak saat itu Vincent jadi sering membuat senbazuru origami yang berbentuk burung dan menaruhnya di atap agar elsa dapat melihatnya,kali ini ketika dia pulang sekolah,Vincent melihat seseorang yang mengingatkannya pada elsa,Vincent masih mengingatnya walaupun orang itu sudah pergi sejak satu tahun yang lalu
  “ini aku beri kamu sesuatu,biar esok harimu lebih beruntung,kalau kau ingin harapanmu terkabul buatlah 1000” ucap anak perempuan itu sama pesis seperti elsa,dan anak laki-laki itu,sama seperti dirinya yang…dulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar