Selasa, 02 Agustus 2016

Saat Cinta Tak Berpihak Padaku



Saat Cinta Tak Berpihak Padaku

          Teman-temanku bilang,kalau cinta itu indah dan beberapa juga ada yang bilang kalau cinta itu menyakitkan,aku tidak tau mana yang benar dan mana yang salah,karena aku belum merasakannya..aku belum tau seperti apa rasanya jatuh cinta,tapi..mungkin aku akan merasakannya,ketika MOS aku sempat melihatnya,dan kini kudengar dari teman-temanku kalau namanya itu dicky.
  “dika,lu liatin siapa sih?” tanya teman sebangkuku farah
  “lu itu ya ra,kepo banget jadi anak”
  “biarin napa” jawab ara sewot,aku tidak pernah bercerita padanya kalau aku memiliki rasa ke dicky,sepertinya… Saat istirahat aku melihat anaknya sedang membeli makanan di kantin,temanku farah berjalan ke arahnya
  “eh dicky,masuk kelas sepuluh apa?”
  “sepuluh dua,kalau kamu far?”
  “satu dong..” kata farah,dia menenggol lengan kananku,aku hanya memandangnya lalu memesan makanan. Kami sudah sedikit akrab sejak kejadian itu,tapi tidak begitu akrab juga,sampai akhirnya
  “eh dik,lu suka ama anak yang namanya dicky dicky itu?” tanya farah sambil tersenyum nakal
  “apaan sih ra,enggak kok” kataku berusaha untuk tidak melihatkan wajahku ke farah
  “udah lah jujur aja..,lagian kalau kamu suka..,aku juga mau ngapain?” kata farah cuek lalu membuka buku novelnya
  “kamu tau anaknya?” tanyaku,farah hanya menggeleng “terus kamu tau namanya dicky dari mana?”
  “belakangan ini kamu sering tau nyebut-nyebut namanya,tapi kalau di pikir-pikir cocok juga sih dika sama dicky,cuma beda penulisan dan pengucapannya aja” kata ara enteng dan tidak memalingkan pandangannya dari buku novelnya
  “mau tau anaknya enggak?” tanyaku tanpa berfikir dulu,farah terbelalak melihatku
  “serius mau ngasih tau?” aku hanya mengangguk sebagai jawabannya “wah..terima kasih” kata ara sambil mencubit pipi kananku.
          Hari demi hari aku sering bertemu dengannya dan juga kini aku saling tegur sapa dengannya,melihatnya tersenyum adalah kebahagiaan tersendiri untukku dan bahkan sekarang aku mulai yakin jika aku mulai menyukainya. Hari ini aku ada ekstra yang kebetulan satu ekstra dengannya,tapi aku sendiri tidak tau kalau hari ini adalah hari bahagiaku dan juga hari sedihku. Awalnya aku senang melihatnya,kami tertawa bersama saat guru Pembina ekstra kami melawak,saat pulangnya ketika aku hendak menjahilinya ..aku melihatnya berbicara berdua dengan anak perempuan,awalnya aku kira itu hanya temannya,lalu ternyata bukan,mereka lebih dari teman,lebih tepatnya sepasang kekasih. Aku tau dari gerak mereka dan cara mereka berbicara,aku langsung saja pulang saat angkot sudah tiba,aku juga tidak menghiraukan panggilannya. Untuk pertama kalinya aku merasa patah hati,dan kini aku tau bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Dan kalian tau..mungkin cinta ini tidak berpihak padaku,namun lebih berpihak pada orang lain.

>its very short story I have :D , ini sebenernya bukan hasil pemikiranku,kalo yang lainnya emang pemikiran aku sendiri,tapi kalo yang satu ini..ide dari temenku..mangkannya cuma sedikit :v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar