Saat
Cinta Tak Berpihak Padaku
Teman-temanku bilang,kalau cinta itu indah dan beberapa
juga ada yang bilang kalau cinta itu menyakitkan,aku tidak tau mana yang benar
dan mana yang salah,karena aku belum merasakannya..aku belum tau seperti apa
rasanya jatuh cinta,tapi..mungkin aku akan merasakannya,ketika MOS aku sempat
melihatnya,dan kini kudengar dari teman-temanku kalau namanya itu dicky.
“dika,lu liatin siapa sih?” tanya teman
sebangkuku farah
“lu itu ya ra,kepo banget jadi anak”
“biarin napa” jawab ara sewot,aku tidak
pernah bercerita padanya kalau aku memiliki rasa ke dicky,sepertinya… Saat
istirahat aku melihat anaknya sedang membeli makanan di kantin,temanku farah
berjalan ke arahnya
“eh dicky,masuk kelas sepuluh apa?”
“sepuluh dua,kalau kamu far?”
“satu dong..” kata farah,dia menenggol lengan
kananku,aku hanya memandangnya lalu memesan makanan. Kami sudah sedikit akrab
sejak kejadian itu,tapi tidak begitu akrab juga,sampai akhirnya
“eh dik,lu suka ama anak yang namanya dicky
dicky itu?” tanya farah sambil tersenyum nakal
“apaan sih ra,enggak kok” kataku berusaha
untuk tidak melihatkan wajahku ke farah
“udah lah jujur aja..,lagian kalau kamu
suka..,aku juga mau ngapain?” kata farah cuek lalu membuka buku novelnya
“kamu tau anaknya?” tanyaku,farah hanya
menggeleng “terus kamu tau namanya dicky dari mana?”
“belakangan ini kamu sering tau nyebut-nyebut
namanya,tapi kalau di pikir-pikir cocok juga sih dika sama dicky,cuma beda
penulisan dan pengucapannya aja” kata ara enteng dan tidak memalingkan
pandangannya dari buku novelnya
“mau tau anaknya enggak?” tanyaku tanpa
berfikir dulu,farah terbelalak melihatku
“serius mau ngasih tau?” aku hanya mengangguk
sebagai jawabannya “wah..terima kasih” kata ara sambil mencubit pipi kananku.
Hari demi hari aku sering bertemu dengannya dan juga kini
aku saling tegur sapa dengannya,melihatnya tersenyum adalah kebahagiaan
tersendiri untukku dan bahkan sekarang aku mulai yakin jika aku mulai
menyukainya. Hari ini aku ada ekstra yang kebetulan satu ekstra dengannya,tapi
aku sendiri tidak tau kalau hari ini adalah hari bahagiaku dan juga hari
sedihku. Awalnya aku senang melihatnya,kami tertawa bersama saat guru Pembina
ekstra kami melawak,saat pulangnya ketika aku hendak menjahilinya ..aku
melihatnya berbicara berdua dengan anak perempuan,awalnya aku kira itu hanya
temannya,lalu ternyata bukan,mereka lebih dari teman,lebih tepatnya sepasang
kekasih. Aku tau dari gerak mereka dan cara mereka berbicara,aku langsung saja
pulang saat angkot sudah tiba,aku juga tidak menghiraukan panggilannya. Untuk
pertama kalinya aku merasa patah hati,dan kini aku tau bagaimana rasanya cinta
bertepuk sebelah tangan. Dan kalian tau..mungkin cinta ini tidak berpihak
padaku,namun lebih berpihak pada orang lain.
>its very short story I have :D , ini sebenernya bukan hasil pemikiranku,kalo yang lainnya emang pemikiran aku sendiri,tapi kalo yang satu ini..ide dari temenku..mangkannya cuma sedikit :v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar