Selasa, 02 Agustus 2016

White Album



White  Album

          Aku melihat ke langit,hari ini sore menyapaku dengan angin musim semi menerpa wajahku yang basah karena keringat di ruang club sejarah,aku melihat fedora duduk di pinggir kolam pancur sambil melamun ke arah kolam yang di sinari oleh cahaya matahari sore,aku tidak tau kenapa dia selalu pulang pukul empat,padahal dia tidak melakukan apapun di sekolah,berbeda denganku yang selalu sibuk dengan club sejarah setiap hari senin sampai kamis dan minggu pagi pukul 09.00,yaa saudaraku itu berbeda dariku,walapun kami kembar dan umurnya lebih tua sepuluh puluh menit dariku tapi tetap saja sifat kami berbeda,dia suka menyendiri walaupun dirumah dan dimana saja termasuk di sekolah,tidak memiliki teman karena sikapnya yang terlalu diam,kutu buku tidak peduli buku pelajaran atau buku bacaan,dan… aneh juga misterius,bahkan aku tidak pernah mengajaknya pulang bersama,karena jika aku mengajaknya pulang bersama sama saja suasana kami berdua sunyi dan dingin. Dia juga menatap orang dengan tatapan dingin kecuali padaku,mungkin karena aku saudaranya
  “fedora” panggilku setelah berjarak satu meter darinya,dia diam menatapku dengan tatapan bertanya “mau pulang bersamaku?,sekarang sudah jam tiga lewat empat puluh menit,kita bisa terlambat pulang jika tidak pulang bersama” kataku sambil melihat arlojiku untuk menghitung berapa menit jika aku pulang jalan kaki
  “tidak,kau pulang dulu saja” jawabnya,aku hanya diam melihatnya bahkan ketika dia menjawab pertanyaanku dia tidak melihat ke arahku,aku maju satu langkah dan dia hanya bergeming lalu mengeluarkan novel tebalnya.
  “mau sampai kapan?,mau sampai kapan kau seperti ini fedora?” tanyaku sambil menunduk,aku merasa dia mellihat ke arahku lalu kembali melihat bukunya “mau sampai kapan kau terus mendiamkanku seperti ini?,aku tidak tahan fedora..sudah dua belas tahun kau mendiamkanku seperti ini,sejak umur lima tahun kau menjauhiku,apa..”
  “tidak ada yang salah,ini karakterku aldora. kau tidak bersalah dan tidak ada yang salah diantara kita berdua” jawab fedora
  “tapi kenapa..”
  “pulanglah,aku masih ingin disini” jawab fedora sambil berlalu meninggalkanku,aku berlari keluar sekolah dan berjalan sambil menunduk karena aku tidak ingin orang melihatku menangis. Sesampainya dirumah,suasana sepi sekali,entah kenapa kaki ini berjalan ke arah kamar bunda dan ayah,aku meletakkan tas sekolahku ke atas sofa ruang tamu. Tanganku bergerak ke laci-laci dekat lemari bunda dan juga laci milik ayah,lalu aku berhenti ketika aku menemukan sebuah berangkas,akupun memencet kode dari brankas itu,untung saja aku masih ingat. Di dalamnya berisi dokumen dan juga beberapa perhiasan milik bunda,namun aku menemukan sesobek kertas yang isinya ‘ruang keluarga-perapian’ aku tidak tau apa maksudnya,perasaan ingin tahu ini membuatku menutup brankas itu dan berjalan ke arah ruang keluarga,aku berdiri di dekat perapian,tidak ada apa-apa di sana bahkan aku tidak melihat ada barang yang mencurigakan disana,namun ketika aku hendak melihat ke dalam perapian tanganku menyenggol sebuah vas bunga sesuatu terjadi,dinding perapian itu berputar akupun masuk ke dalamnya tanpa pikir panjang ketika aku masuk di dalam ruangan gelap sekali,beberapa detik kemudian lampu satu persatu menyala,di dalamnya seperti galeri foto,ada banyak foto dan juga barang-barang antic,aku berjalan ke arah foto keluarga,aku menyentuhnya..foto itu terlihat hidup dan tanpa sengaja aku menyenggol pigura itu dan pigura itupun tergeser,akupun menggeser pigura itu perlahan dan aku melihat sebuah ruang kosong dan sebuah album foto dengan cover hitam yang bertuliskan ‘white album’.
          Aku duduk di kursi dekat kamera lama yang masih berdiri tegap,di dalam album itu memuat foto bunda dari umur satu tahun hingga foto nikah bersama ayah,dan juga saat bunda mengandungku dan fedora,foto kecilku bersama fedora,dan… ada foto fedora di rumah sakit,tapi tidak ada aku disana,disana bunda dan ayah menangis. entah kenapa perasaanku bergerak untuk menutup album itu dan berlari menuju rumah sakit yang tertulis disana. Sesampainya disana,aku ke meja resepsionis dan menanyakan tentang pasien yang bernama fedora albert,dan perempuan itupun menyuruhku untuk ke ruang kendali,aku berlari kesana,dan aku menemukannya. Orang perempuan itu menyuruhku untuk menemui dokter yang bersangkutan,ketika di jalan aku bertemuu dokter itu
  “fedora” kata dokter itu sambil melihat ke arahku
  “dokter sandy” tanyaku. Kemudian dokter itu mempersilahkanku untuk masuk ke dalam ruangannya,setelah aku duduk di kursi
  “fedora kenapa kamu tidak memakai jaket?,cuaca diluar dingin,bisa-bisa kondisimu memburuk”
  “maaf dokter,saya bukan fedora. Saya aldora,saudara kembar fedora”
  “oh,iya. Kamu adiknya fedora,kamu aldora albert kan?” tanya dokter itu,aku hanya mengangguk “ada perlu apa kamu datang kesini nak aldora?”
  “apa kakak saya sakit dok?” tanyaku langsung,belum sempat dokter itu menjawab,seorang suster masuk kedalam ruangan
  “dokter sandy,pasien anda yang bernama fedora terluka” kata suster itu,langsung saja aku dan dokter sandy keluar dari ruangan dan memeriksa fedora,beberapa menit kemudian dokter sandy keluar dari ruangan. Sejak kecil fedora mempunyai penyakit kelainan jantung dan juga leukemia,namun ketika umur delapan tahun dipastikan kalau fedora sudah sembuh tapi ternyata tidak,sakitnya mulai terlihat lebih parah ketika dia berumur sepuluh tahun,bahkan dia tidak bercerita pada bunda ataupun ayah,padaku saja tidak. Itu penjelasan dari dokter sandy setelah itu aku pergi menemani fedora yang masih tidak sadarkan diri,beberapa menit kemudian fedora sadar
  “maaf” hanya itu yang di katakan fedora saat dia sadar
  “untuk apa?” tanyaku bingung
  “karena aku tidak pernah,menganggapmu saudaraku,karena aku tidak ingin kalian sedih,maafin aku yaa,dek aldora…” setelah itu fedora tidur,tapi dia tertidur untuk selamanya. White album..album foto bersamanya yang seperti kertas putih tanpa coretan,seperti diriku yang tidak pernah bercengkrama dengan saudaraku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar