White Album
Aku
melihat ke langit,hari ini sore menyapaku dengan angin musim semi menerpa
wajahku yang basah karena keringat di ruang club sejarah,aku melihat fedora
duduk di pinggir kolam pancur sambil melamun ke arah kolam yang di sinari oleh
cahaya matahari sore,aku tidak tau kenapa dia selalu pulang pukul empat,padahal
dia tidak melakukan apapun di sekolah,berbeda denganku yang selalu sibuk dengan
club sejarah setiap hari senin sampai kamis dan minggu pagi pukul 09.00,yaa
saudaraku itu berbeda dariku,walapun kami kembar dan umurnya lebih tua sepuluh
puluh menit dariku tapi tetap saja sifat kami berbeda,dia suka menyendiri
walaupun dirumah dan dimana saja termasuk di sekolah,tidak memiliki teman
karena sikapnya yang terlalu diam,kutu buku tidak peduli buku pelajaran atau
buku bacaan,dan… aneh juga misterius,bahkan aku tidak pernah mengajaknya pulang
bersama,karena jika aku mengajaknya pulang bersama sama saja suasana kami
berdua sunyi dan dingin. Dia juga menatap orang dengan tatapan dingin kecuali padaku,mungkin
karena aku saudaranya
“fedora” panggilku setelah berjarak satu meter darinya,dia diam
menatapku dengan tatapan bertanya “mau pulang bersamaku?,sekarang sudah jam
tiga lewat empat puluh menit,kita bisa terlambat pulang jika tidak pulang bersama”
kataku sambil melihat arlojiku untuk menghitung berapa menit jika aku pulang
jalan kaki
“tidak,kau pulang dulu saja” jawabnya,aku hanya diam melihatnya bahkan
ketika dia menjawab pertanyaanku dia tidak melihat ke arahku,aku maju satu
langkah dan dia hanya bergeming lalu mengeluarkan novel tebalnya.
“mau sampai kapan?,mau sampai kapan kau seperti ini fedora?” tanyaku
sambil menunduk,aku merasa dia mellihat ke arahku lalu kembali melihat bukunya
“mau sampai kapan kau terus mendiamkanku seperti ini?,aku tidak tahan
fedora..sudah dua belas tahun kau mendiamkanku seperti ini,sejak umur lima
tahun kau menjauhiku,apa..”
“tidak ada yang salah,ini karakterku aldora. kau tidak bersalah dan
tidak ada yang salah diantara kita berdua” jawab fedora
“tapi kenapa..”
“pulanglah,aku masih ingin disini” jawab fedora sambil berlalu
meninggalkanku,aku berlari keluar sekolah dan berjalan sambil menunduk karena
aku tidak ingin orang melihatku menangis. Sesampainya dirumah,suasana sepi
sekali,entah kenapa kaki ini berjalan ke arah kamar bunda dan ayah,aku
meletakkan tas sekolahku ke atas sofa ruang tamu. Tanganku bergerak ke
laci-laci dekat lemari bunda dan juga laci milik ayah,lalu aku berhenti ketika
aku menemukan sebuah berangkas,akupun memencet kode dari brankas itu,untung
saja aku masih ingat. Di dalamnya berisi dokumen dan juga beberapa perhiasan
milik bunda,namun aku menemukan sesobek kertas yang isinya ‘ruang
keluarga-perapian’ aku tidak tau apa
maksudnya,perasaan ingin tahu ini membuatku menutup brankas itu dan berjalan ke
arah ruang keluarga,aku berdiri di dekat perapian,tidak ada apa-apa di sana
bahkan aku tidak melihat ada barang yang mencurigakan disana,namun ketika aku
hendak melihat ke dalam perapian tanganku menyenggol sebuah vas bunga sesuatu
terjadi,dinding perapian itu berputar akupun masuk ke dalamnya tanpa pikir
panjang ketika aku masuk di dalam ruangan gelap sekali,beberapa detik kemudian
lampu satu persatu menyala,di dalamnya seperti galeri foto,ada banyak foto dan
juga barang-barang antic,aku berjalan ke arah foto keluarga,aku
menyentuhnya..foto itu terlihat hidup dan tanpa sengaja aku menyenggol pigura
itu dan pigura itupun tergeser,akupun menggeser pigura itu perlahan dan aku
melihat sebuah ruang kosong dan sebuah album foto dengan cover hitam yang bertuliskan
‘white album’.
Aku
duduk di kursi dekat kamera lama yang masih berdiri tegap,di dalam album itu
memuat foto bunda dari umur satu tahun hingga foto nikah bersama ayah,dan juga
saat bunda mengandungku dan fedora,foto kecilku bersama fedora,dan… ada foto
fedora di rumah sakit,tapi tidak ada aku disana,disana bunda dan ayah menangis.
entah kenapa perasaanku bergerak untuk menutup album itu dan berlari menuju
rumah sakit yang tertulis disana. Sesampainya disana,aku ke meja resepsionis
dan menanyakan tentang pasien yang bernama fedora albert,dan perempuan itupun
menyuruhku untuk ke ruang kendali,aku berlari kesana,dan aku menemukannya. Orang
perempuan itu menyuruhku untuk menemui dokter yang bersangkutan,ketika di jalan
aku bertemuu dokter itu
“fedora” kata dokter itu sambil melihat ke arahku
“dokter sandy” tanyaku. Kemudian dokter itu mempersilahkanku untuk masuk
ke dalam ruangannya,setelah aku duduk di kursi
“fedora kenapa kamu tidak memakai jaket?,cuaca diluar dingin,bisa-bisa
kondisimu memburuk”
“maaf dokter,saya bukan fedora. Saya aldora,saudara kembar fedora”
“oh,iya. Kamu adiknya fedora,kamu aldora albert kan?” tanya dokter
itu,aku hanya mengangguk “ada perlu apa kamu datang kesini nak aldora?”
“apa kakak saya sakit dok?” tanyaku
langsung,belum sempat dokter itu menjawab,seorang suster masuk kedalam ruangan
“dokter sandy,pasien anda yang bernama fedora
terluka” kata suster itu,langsung saja aku dan dokter sandy keluar dari ruangan
dan memeriksa fedora,beberapa menit kemudian dokter sandy keluar dari ruangan.
Sejak kecil fedora mempunyai penyakit kelainan jantung dan juga leukemia,namun
ketika umur delapan tahun dipastikan kalau fedora sudah sembuh tapi ternyata
tidak,sakitnya mulai terlihat lebih parah ketika dia berumur sepuluh
tahun,bahkan dia tidak bercerita pada bunda ataupun ayah,padaku saja tidak. Itu
penjelasan dari dokter sandy setelah itu aku pergi menemani fedora yang masih
tidak sadarkan diri,beberapa menit kemudian fedora sadar
“maaf” hanya itu yang di katakan fedora saat
dia sadar
“untuk apa?” tanyaku bingung
“karena aku tidak pernah,menganggapmu
saudaraku,karena aku tidak ingin kalian sedih,maafin aku yaa,dek aldora…”
setelah itu fedora tidur,tapi dia tertidur untuk selamanya. White album..album
foto bersamanya yang seperti kertas putih tanpa coretan,seperti diriku yang
tidak pernah bercengkrama dengan saudaraku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar